Senin, 23 Juli 2018 | 14:52:56 WIB

Masa pengenalan Lingkungan Sekolah, Kasdim 1508 Tobelo Beri Materi pada Ratusan Siswa SMA 6 Halut

Jum'at, 13 Juli 2018 | 09:18 WIB
Masa pengenalan Lingkungan Sekolah, Kasdim 1508 Tobelo Beri Materi pada Ratusan Siswa SMA 6 Halut

Foto Kasdim saat memberikan Materi dihadapan Siswa SMA 6 Halut. (lindo/Ivan)

HALUT, LINDO- Anak sekolah merupakan generasi penerus bangsa yang akan memimpin dan meneruskan cita-cita luhur bangsa ini maka mereka harus peka terhadap lingkungan tempat tinggal kita, karena smua itu adalah salah satu upaya deteksi dini terhadap keamanan wilayah NKRI.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Staf Kodim 1508/Tobelo Mayor Inf. Robi Manuel S.Sos memberikan materi Kesadaran Berbangsa dan Bela Negara kepada siswa - siswi dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)/MOS Tahun 2018/2019. Bertempat di  SMA Negeri 6 Halut, Jln. Kawasan Pemerintahan, Desa MKCM, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Jumat (13/07/2018).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah SMA N 6 Halut Ibu Chrismerry Andalangi, para Guru SMA N 6 Halut, para siswa siswi baru SMA N 6 Halut.

Dalam materinya Kasdim 1508/Tobelo menyampaikan, Bangsa Indonesia membutuhkan 17 Tahun dari Kebangkitan Nasional sehingga menghasilkan Sumpah Pemuda dan merebut kemerdekaan maka itu bagi siswa agar tidak melupakan sejarah yaitu sumpah pemuda.

"Isi dari sumpah pemuda yang mengikat daerah-daerah yang berada di Indonesia untuk menjadi Indonesia Satu berbangsa dan bertanah air. Kemerdekaan Indonesia berawal dari rakyat sendiri yang mempersenjatai diri sendiri untuk merebut kemerdekaan dan melawan penjajah di Indonesia. Negara lain menjuluki Indonesia sebagai Macan Asia yang dimana menghasilkan produk-produk pertanian yang berkualitas dan SDAnya berlimpah,"tandasnya

Lebih lanjut Kasdim mengatakan, Di era reformasi banyak siswa yang sudah melupakan sopan santun pada lingkungan hidup kita dan hilangnya adat ketimuran/tata keramaan, perkelahian antar kampung, perkelahian pelajar serta narkoba dan miras.

"Di wilayah kita sudah banyak peredaran Narkoba maka itu saya harapkan agar para siswa tidak terjerumus dalam narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda Indonesia. Jangan sekali-kali kita mengkonsumsi miras atau narkoba dimana dapat merusak kesehatan serta masa depan kita serta berhadapan dengan hukum,"harap Kasdim

Masih menurut Kasdim, Negara kita sekarang di perhadapkan dengan perang modern dengan mencuci otak generasi muda mengubah paradigma/pola cara berpikir terhadap wawasan negara atau wawasan nusantara. Generasi kita saat ini kurang mengetahui dan memahami sejarah bangsa, hilangnya jati diri dan nilai-nilai nasionalisme, muncul primor dialisme sempit dan egosektoral dan degradasi moral.

"Kita sebagai warga negara Indonesia harus memahami makna persatuan dan kesatuan yaitu utuh tidak terpecah-pecah, bersatunya macam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh, secara geografi dari sabang sampai merauke dan arti luas seluruh rakyat sebasib dan sepenanggungan di wilayah tersebut,"tutup Kasnldim (WYU/Van).

Berita Terkait