Kamis, 13 Desember 2018 | 11:54:04 WIB

Pekan depan Kasus Tanah Milik Ahli Waris Hohakai di Tobelo akan Dieksekusi

Senin, 30 Juli 2018 | 07:09 WIB
Pekan depan Kasus Tanah Milik Ahli Waris Hohakai di Tobelo akan Dieksekusi

Salah satu Staf Bidang Pengawasan Pengadilan Tata Usaha Negara dan Pengadilan Militer Mahkamah Agung (MA), H. Abdullah H. Abbas SH (berbaju coklat) bersama Kuasa Hukum Ahli Waris Hohakai Julius Lobiua SH, MH saat melakukan kunjungan kerjanya di Pengadilan Negeri (PN) Tobelo, Halmahera Utara, Jumat (27/7) pagi. (FOTO: ALDY/LINDO)

TOBELO, LINDO – Kasus sengketa tanah antara warga Rawajaya denga para Ahli Waris Hohakai di Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara akan segera di eksekusi oleh Pengadilan Negeri Tobelo.

Demikian hal itu ditegaskan oleh salah satu Staf Bidang Pengawasan Pengadilan Tata Usaha Negara dan Pengadilan Militer Mahkamah Agung (MA), H. Abdullah H. Abbas SH, disela-sela kunjungan kerjanya di Pengadilan Negeri (PN) Tobelo, Halmahera Utara, Jumat (27/7) pagi.

Abdullah menegaskan kedatangan dirinya ke PN Tobelo dalam rangka untuk berkonsultasi dengan jajaran PN Tobelo soal kasus lahan milik ahli waris Hohakai yang hingga kini belum di eksekusi oleh PN Tobelo.

“Saya datang untuk berkonsultasi dengan jajaran saya di PN Tobelo soal keadilan masyarakat dan menanyakan kasus tanah seluas 4 hektar itu. Kenapa PN Tobelo belum melaksanakan eksekusi itu,” kata H Abdullah.

Lebih lanjut H Abdullah mengungkapkan kasus sengketa tanah ini sudah diputuskan dan berketetapan hukum tetap (inkrah), namun pelaksanaan dilapangan yang belum dilakukan oleh PN Tobelo karena berbagai alasan. Sedangkan putusan yang berkekuatan hukum tetap adalah putusan Pengadilan Negeri yang diterima oleh kedua belah pihak yang berperkara.

“Sebenarnya kasus ini sudah dimenangkan oleh para ahli waris ditingkat Mahkamah Agung dan sudah memiliki ketetapan hukum tetap (inkrah). Jadi apapun alasannya tanah tersebut harus segera di eksekusi oleh PN Tobelo,” tegasnya.

Mantan Asisten Hakim Agung ini berharap kedatangan dirinya di PN Tobelo pada hari ini bisa membuka mata para aparat penegak hukum khususnya di institusinya agar bisa segera menindaklanjuti kasus-kasus yang berhubungan dengan masyarakat yang tertindas, termasuk warga yang awam tentang hukum.

“Kalau aparat penegak hukum bisa menegakan hukum yang seadil-adilnya, maka masyarakat yang mencari keadilan mereka bisa tertolong dan saya yakin mereka merasa puas jika pelayanan yang diberikan sangat menjanjikan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, dia berharap agar PN Tobelo harus mampu membuktikan kinerjanya soal eksekusi lahan milik warga yang saat ini masih terkatung-katung.

“Saya berharap persoalan ini segera disudahi dan jangan ada lagi persoalan baru yang menghambat pelaksanaan eksekusi lahan. Harus segera eksekusi, ini perintah hukum,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua LSM Peduli Hak Asasi Manusia Kabupaten Halamhera Utara Billy Lobiua menegaskan pihaknya beraharap agar persoalan ini segera dituntaskan oleh PN Tobelo, karena kasus ini sudah berlarut-larut.

“Saya berharap adanya putusan ini, PN Tobelo segara melaksanakan eksekusi, jangan lagi menunda-nunda pelaksanaan eksekusi hak tanah orang yang sudah ditetapkan oleh MA,” paparnya.

Dia lebih banyak mendorong pada aparat penegak hukum yang ada di Kabupaten Halut agar bersama-sama untuk menyelesaikan kasus sengketa tanah yang dimenangkan oleh para ahli waris Hohakai di PN Tobelo.

“Dari segi Hak Asasi Manusia kami menilai kasus tanah milik ahli wari Hohakai yang dimenangkan di tingkat MA sudah final dan memiliki ikatan hukum tetap, dan hal itu harus segera dilaksanakan eksekusinya. Jangan ada lagi kata-kata alasan untuk menunda,” tuturnya. (RAVLY)

Berita Terkait