Rabu, 24 Oktober 2018 | 04:01:14 WIB

Sengketa Tanah 6000 M2 Di Desa Hoku-Hoku Kie Berujung Ke Pegadilan Negri Ternate

Selasa, 31 Juli 2018 | 21:50 WIB
Sengketa Tanah 6000 M2 Di Desa Hoku-Hoku Kie Berujung Ke Pegadilan Negri Ternate

Foto Faisal/Arif S M

Ternate Lindo - Merasa dirugikan oleh Suami istri yang bernama Nurcholis dan Mulyani yang menyerobot tanah seluas 6000  lebih meter persegi di Desa Hoku - Hoku Kie,Jailolo ,Kabupaten Halmahera barat milik keluarga Besar Ahmad Do Sale ,Pada Akhirnya mereka melaporkan kedua suami istri tersebut dan turut terlapor BPN Halmahera barar ke Pengadilan Negeri Ternate .(31/07/18)

Kasus penyerobotan tanah ini di laporkan ke Pengadilan Negeri Ternate oleh pihak keluarga Ahmad Do Sale yang bernama Darna Do Sale,Aram Do Sale,Sahrul Do Sale,Arman Do Sale,Rosita Do Sale,Erni Do Sale Dengan kasus Perkara No 20 Perdata melawan Hukum.

Dalam agenda sidang pertama Hakim yang memimpin persidangan  antara lain Hakim Muhammad Pandji Santoso dan Sugianur serta Panitera Peganti Rusli ,dalam persidangan hanya memeriksa identitas para tergugat dan penggugat ,akan tetapi ada satu orang yang tergugat yang tidak ada di dalam ruang  sidang yaitu dari pihak BPN.

Yang Anehnya lagi bahwa yang bersangkutan Pihak BPN Halmahera Barat tidak masuk kedalam ruangan persidangan sehingga hakim memutuskan untuk melanjutkan sidang pada tanggal 7 Agustus 2018 ,padahal perwakilan BPN Kab Halmahera Barat  Wiliam Kayluhu selaku kepala seksi Hubungan Hukum Dan Pertanahan BPN pagi itu hadir di pengadilan tapi tidak masuk ke dalam Ruangan persidangan.

Pada saat di konfirmasi ke Pihak BPN dia Wiliam Kayluhu mengatakan bahwa surat jual beli dan sertfikat yang di buat pada tahun 2007 itu sah karena ada salah satu keluarga Ahmad Dosale menjual ke Nurcholis. Lanjut Wiliam "Kalau ingin memenangkan kasus ini,Keluarga Ahmad Dosale harus mempunyai bukti- bukti yang kuat,karena salah satu keluarga Dosale mengaku tanah tersebut sudah menjadi bagiannya dengan kata lain tanah tersebut Hak milik pribadinya sehingga dia  menjualnya ke Nurcholis," ungkapnya.

Sedangkan itu di tempat yang sama Kuasa hukum penggugat ,Syafrin S Arman dan Khairun Abdul Ghani menjelaskan bahwa waktu itu kami ada 2 kali mediasi keluarga besar Ahmad Do Sale denga pihak BPN tapi tidak ada titik temu karena pihak BPN mengatakan nahwa penerbitan Sergifikat atas tanah tersebut kami berdasarkan Karena ada surat jual beli namun pada saat kami ingin melihat surat jual beli tersebut pihak BPN tidak mau memperlihatkan bukti - bukti surat jual beli kepada pihak keluarga Ahmad Dosale. "Sehingga kami Merasa mediasi tidak selesai  karena tidak membuak hasil yang di harapkan oleh klien kami yaitu keluarga Ahmad Do sale untuk itu  melalui kami sebagai kuasa hukumnya melaporkan Nurcholis dan istrinya Mulyati serta pihak BPN agar kasus tersebut  di selesaikan di meja sidang," jelas Syafrin di dampingi kuasa hukum lainya Khairun Abdul Ghani.

Syafrin menerangkan bahwa kami menyiapkan  bukti- bukti-bukti salah satunya surat pembayaran pajak atas objek tanah sengketa tersebut serta saksi - saksi yang kuat dan  akan kami hadirkan di pengadilan. "Kami ingin menguji di pengadilan atas di terbitkannya sertifikat dari BPN serta  keabsahannya, dan kami pun ingin mengambil hak atas kepemilikan dari ahli waris tanah tersebut untuk di berikan kepada turunan keluarga dari Ahmad Dosale yaitu Darna Dosale,Aram Dosale,Sahrul Dosale,Arman dosale,rRosita Dosale,Erni Dosale ,"terangnya.(faisal)

Berita Terkait