Minggu, 16 Desember 2018 | 22:55:19 WIB

TNI Terjunkan Tim Dukungan Psikologi Korban Gempa Lombok

Kamis, 2 Agustus 2018 | 18:34 WIB
TNI Terjunkan Tim Dukungan Psikologi Korban Gempa Lombok

FOTO : DISPENAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Tim Psikolog (Timpsi) dari Tiga Matra (Trimatra) Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan menggelar Operasi Pemulihan Mental ( Mental Healing) terhadap para korban bencana alam gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

 

Pada Rabu (1/8), Tim Psikologi TNI bergerak menuju Lombok untuk melaksanakan tugas kemanusiaan. Tim ini terdiri dari enam orang Perwira dari Dinas Psikologi AD, AL, dan AU. Tugas ini merupakan bagian dari
Operasi Militer Selain Perang (OMSP) TNI yaitu Dukungan Psikologi (Dukpsi) dalam rangka pemulihan kesehatan mental dan psikis  korban bencana gempa. 

 

Masing-masing Angkatan mengirimkan dua orang Psikolog yang akan dipimpin oleh Letkol Laut (T) Mawi Utomo dari Dinas Psikologi Angkatan Laut (Dispsial).

 

Atas perintah dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI), Tim Psikolog TNI akan terjun dalam penanganan catastrophic event dan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) terhadap korban bencana.

 

"Catastrophic event adalah suatu peristiwa yang besar yang mempengaruhi sejumlah orang sedangkan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) merupakan
gangguan kesehatan mental yang terjadi setelah seseorang mengalami trauma yang berat. Trauma ini biasanya disebabkan oleh kejadian yang mengancam keselamatan dirinya seperti bencana alam maupun kejadian yang menakutkan," terang Letkol Laut (T) Mawi Utomo, di Jakarta, Rabu (1/8).

 

Kegiatan akan diawali dengan pendataan para korban, menggunakan metode need assessmen & need analysis.  Adapun tujuannya untuk mendata seberapa banyak korban terdampak stres pasca gempa dan seberapa dalam tingkat trauma yang dialami oleh para korban. Dari hasil analisa tersebut, akan diketahui bentuk metode intervensi apa saja yg efektif untuk diberikan. 

 

Setiap hari Tim Psikologi ini akan melaksanakan kegiatan mental healing, yaitu berupa kombinasi terapi dengan teknik yang  simultan kepada para korban.

 

"Intervensi yang diberikan, diharapkan dapat menanggulangi PTSD yang dialami para korban, sehingga mereka segera bisa melakukan aktivitas sehari-hari secara normal tanpa rasa trauma," harapnya.

 

Terdapat berbagai kegiatan intervensi yang kemungkinan besar akan dilakukan oleh tim ini setelah melakukan analisa kebutuhan, seperti terapi untuk menurunkan tingkat kecemasan/stres pasca bencana, dengan berbagai teknik relaksasi.

 

Secara terpisah, salah satu psikolog anggota tim, Mayo Inf Kurniawan R, mengungkapkan, terdapat berbagai kegiatan intervensi yang kemungkinan besar akan dilakukan oleh tim ini setelah melakukan analisa kebutuhan, seperti terapi untuk menurunkan tingkat kecemasan/stres pasca bencana, dengan berbagai teknik relaksasi.

 

"Rencananya, kami juga akan berupaya mengembalikan kondisi emosional para korban dengan beberapa teknik emotional behavioral therapy, Cognitive Behavior Therapy (CBT), dan hypnotherapy. Selain itu juga untuk meningkatkan kondisi motivasi para korban, dengan berbagai metode motivation training," ungkap Psikolog TNI yang sehari-hari bertugas di Dinas Psikologi Angkatan Darat (Dispsiad) ini. (ARMAN R)

Berita Terkait