Minggu, 19 Agustus 2018 | 07:16:45 WIB

Pendiri IPPMA Minta Masyarakat Akelamokao Tetap Bersatu

Minggu, 5 Agustus 2018 | 10:40 WIB
Pendiri IPPMA Minta Masyarakat Akelamokao Tetap Bersatu

Ilustrasi - Aksi demo mahasiswa Akelamokao di lokasi tambang di Desa Akelamokao, Halut. (FOTO: ALDY/LINDO)

TERNATE, LINDO - Pendiri Ikatan Pelajar Pemuda Mahasiswa Akelamokao (IPPMA) Sukardi Bay mengatakan bahwa masyarakat Akelamokao khususnya masyarakat yang ada di sekitar tambang emas jangan terpecah belah soal adanya kebijakan perusahaan dalam melakukan ekpolorasi di Desa Akelamokao.

"Kalau dilihat perkembangan yang ada di desa Akelamokao saat ini sudah tidak sehat lagi, disana masyarakat banyak berpendapat soal perusahaan tambang emas. Saya ikut perihatin saja soal keadaan yang ada di sana, karena terlepas dari mahasiswa dan masyarakat, saya juga sebagai anak negeri tentu ikut perihatin keadaan yang ada," kata Sukardi di Ternate, Minggu (5/8).

Lebih lanjut Sukardi menegaskan bahwa pemahaman masyarakat soal kehadiran perusahaan PT.Terrarex Lumina Jaya di desanya adalah sebuah rahmat yang akan mampu mensejahterakan rakyatnya.

"Saya nilai pemahaman masyarakat disana sudah terlalu jauh menganalisa sebuah masalah, sehingga analisis itu belum tentu benar. Kalau menyangkut soal tidak adanya mata pencaharian didesa itu, bukan lagi menjadi rahasia, namun hal itu sudah menjadi pembahasan umum bagi warga setempat," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Sukardi meminta pada generasi muda, khususnya masyarakat yang ada didesanya lebih berhati-hati lagi menyekapi soal kehadiran perusahaan PT Terrarex Lumina Jaya. Sebab kata dia jika tidak ada kehati-hatian maka hal itu akan berdampak buruk pada internal sendiri, termasuk masyarakat yang tidak mampu memaknai kebijakan perusahaan selama ini.

"Kita harus hati-hati memaknai suatu ujian, jika salah menafsirkan maka kita bisa menghianati diri kita sendiri. Kita bisa saja mengikhlaskan sesuatu yang bukan hak kita, namun kita harus paham dari sebuah makna dari kebijakan itu. Sekali lagi saya minta masyarakat harus benar-banar memaknai ujian itu, supaya kita juga mampu menjadi orang-orang yang bermartabat," pintanya.

Sukardi mengutip sebuah pepatah filosofi yang menegaskan, 'Tidak ada rasa bersalah yang dapat mengubah masa lalu dan tidak ada kekhawatiran yang dapat mengubah masa depan'.

"Tidak ada rasa bersalah yang dapat mengubah masa lalu dan tidak ada kekhawatiran yang dapat mengubah masa depan," tuturnya.

Sedangkan kehadiran perusahaan Terarex di Akelamokao, Sukardi menghimbau pada generasi muda dan masyarakatnya jangan terjebak pada kebejikan perusahaan yang membodohi dan menghancurkan kesatuan dan persatuan masyarakat.

"Jangan sampai menjadikan kita bodoh dan saling membodohi antara kita, atau harus membenci dan memusuhi satu sama lain yang dapat menghancurkan masa kini sambil mengkhawatirkan masa depan, atau menangis di masa depan dengan mengingat masa lalunya. Saya harap masyarakat berpikirlah secara positif, tidak peduli seberapa keras kehidupanmu, sebab Akelamokao bukanlah negeri menuju keserakahan, tapi Akelamokao harus mampu menunjukkan ke-sucian diri, kecintaan hidup bersama dalam nilai Bubaso se Rasai di bawa Adat se Atoran, (Rasa dan Merasakan dalam Adat dan Aturan)," paparanya.

Selain itu, Sukardi juga menyoroti kinerja mahasiswa yang tergabung dalam oraganisasi yang ada di Desa Akelamokao. Dia menyayangkan sikap dan kebijakan yang diputuskan oleh rekan-rekannya yang membelot dan memihak pada perusahaan Terrarex. Hal itu menurut Sukardi sudah tidak lagi sejalan dengan akidah-akidah perjuangan mereka selama ini.

"Sebagai kader mahasiswa, saya ikut perihatin dan menyayangkan sikap teman-teman yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan. Saya heran kenapa sikap dan kebijakan mereka yang berbalik arah lalu berpihak pada perusahaan yang dulunya kami sama-sama menolak. Sebenarnya ada apa dibalik ini, dan kenapa bisa terjadi semua ini," tanyanya.

Sedangkan kebijakan Pemerintah Desa Akelamokao, Sukardi menilai tidak ada langkah yang baik dan benar yang diterapkan oleh pemerintah desa soal musyawarah dengan masyarakatnya. Untuk itu, dia menyarankan agar pemerinta desa secara dewasa lebih arif dan bijak melihat perusahaan Terrarex di Desa Akelamokao secara profesional.

"Saya nilai pemerintah desa Akelamokao saat mengambil kebijakan tanpa ada musyawarah dengan masyarakatnya. Jangan terlalu memaksa kehendak mereka seolah-olah itu baik dan benar. Mohon jangan terlalu paksa untuk menunjukkan kepintaran yang tidak berharga itu, kasihan masyarakat nanti," sesalnya

Selain itu, Sukardi juga ikut menyoroti pihak perusahaan PT.Terrarex yang sudah menyelahi aturan dan kebijakan yang selama ini mereka berbuat, dan hal itu harus dipertanggungjawabkan pada masyarakat dan pemerintah.

"Saya minta pertanggung jawaban atas apa yang sudah dijalankan oleh pihak PT.Terrarex yang sudah menyalahi aturan yang mereka berbuat selama ini. Perusahaan jangan diam diri dan jangan memperkeruh suasana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan apa yang mereka lakukan," pintahnya. (RAVLY)

 

Berita Terkait