Rabu, 19 Desember 2018 | 23:19:28 WIB

Komandan Pusterad Buka Pendidikan Susdandim Crash Program 2018

Rabu, 8 Agustus 2018 | 23:52 WIB
Komandan Pusterad Buka Pendidikan Susdandim Crash Program 2018

(FOTO : PUSTERAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) Mayjen TNI Hartomo membuka secara resmi Pendidikan Kursus Komandan Kodim (Susdandim) Crash Program Tahun Anggaran (TA) 2018, yang dilaksanakan di Aula Ahmad Yani, Pusdikter, Bandung, Jawa Barat (Jabar), Rabu (8/8) Agustus 2018 bertempat di Aula Ahmad Yani Pusdikter Bandung.

Acara tersebut dihadiri, Direktur, Sahli pejabat lingkungan Pusterad, Danpusdikter, Dansatintelter dan Ketua Persit Cab XXIV dengan pengurus Persit serta para tamu undangan, para Gumil, Pelatih dan Pembina jajaran Pusdikter.

Mayjen TNI Hartomo mengatakan, kesempatan pendidikan ini patut disyukuri oleh para Perwira Siswa (Pasis), di mana dari 120 orang yang mengikuti seleksi secara ketat dan transparan, hanya 74 orang yang dinyatakan memenuhi syarat mengikuti pendidikan.  Menurutnya, implementasi dari rasa syukur itu harus dibarengi dengan memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan berlatih serta  membina karakter.

“Susdandim Crash Program TA 2018 ini merupakan tindak lanjut dari pokok-pokok kebijakan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) di bidang personel yang diarahkan pada terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) TNI AD yang profesional  dan unggul. Profesionalisme dan keunggulan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan sebuah keharusan di era globlisasi saat ini,” jelas Mayjen TNI Hartomo.

Munculnya bentuk-bentuk ancaman baru terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tambahnya, sebagai akibat dari perkembangam ilmu pengetahuan dan tekhnologi, yang menuntut kemampuan yang unggul dari setiap personel TNI AD untuk dapat memenangkan setiap ancaman kedaulatan NKRI.

TNI AD kata Komandan Pusterad, tidak pernah berhenti mengembangkan perannya dalam upaya keikutsertaan membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, karena TNI AD menyadari bahwa kemajuan pembangunan selama ini telah menempatkan bangsa Indonesia dalam keadaan yang lebih baik.

“Melalui berbagai kebijakan, pimpinan telah menetapkan program kerja dan anggaran dalam melaksanakan kegiatan secara konsisten, terpadu dan bersifat lintas sektoral dengan mempertimbangkan kesesuaian tata ruang wilayah pertahanan darat, sistem hukum dan kelembagaan yang handal, serta koordinasi dan kerja sama yang solid antara TNI AD dengan seluruh komponen bangsa,” ujar Mayjen TNI Hartomo.

Ia juga mengingatkan, permasalahan di wilayah yang menonjol saat ini, adalah konflik sosial, bencana alam, terorisme dan radikalisme, masalah perbatasan, serta menurunnya semangat nasionalisme.  "Ancaman lain yang tidak kalah serius dan perlu mendapatkan perhatian adalah penyalahgunaan barkoba, yang juga telah melibatkan prajurit TNI dalam berbagai kasus," terangnya. (ARMAN R)

Berita Terkait