Selasa, 23 Oktober 2018 | 08:30:22 WIB

Prajurit Marinir Tangani Puluhan Pasien Patah Tulang Korban Gempa Lombok

Kamis, 9 Agustus 2018 | 13:36 WIB
Prajurit Marinir Tangani Puluhan Pasien Patah Tulang Korban Gempa Lombok

(FOTO : DISPENKORMAR/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Korps Marinir melalui tim kesehatan yang dikirim sejak Senin lalu (6/8), mulai menangani pasien korban gempa Lombok  di Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap), yang digelar di pekarangan Kantor Kecamatan Kahyangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (7/8). 

 

Komandan Satgas PRCPB Marinir dari Pasmar-1 Jakarta yang juga Komandan Batalyon Kesehatan (Danyonkes)-2 Marinir  Letkol Laut (K) dr. Jeffrey Agung S. N. P. Sp.K.J., M.Tr. Hanla menyampaikan, mulai dibukanya Rumkitlap Marinir, tenaga medis yang dibawanya dari Jakarta sudah menangani lebih dari 56 pasien.  

 

Sebagian besar pasien mengalami luka robek pada kulit dan patah tulang. Upaya medis yang dilakukan tim dokter Marinir untuk luka robek, antara lain dengan membersihkan luka terlebih dahulu, diberi obat dan selanjutnya dijahit agar dapat sembuh. Sedangkan untuk pasien patah tulang telah diberikan penanganan sesuai prosedur penanganan yang ada.

 

“Dari puluhan pasien yang dievakuasi ke tenda Rumkitlap Marinir ini, terdapat satu orang pasien patah tulang terbuka dan dua orang pasien mengalami deloving atau kulit terkelupas pada bagian kaki yang diberikan pertolongan pertama dan dievakuasi ke RSUD Tanjung.  Sedangkan dua orang pasien patah tulang tertutup sudah diberikan penanganan pertama dan dievakuasi ke KRI dr. Soeharso milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL)," terang Danyonkes-2 Marinir.

 

Untuk kegiatan pada Rabu (8/8l lanjutnya, Satgas PRCPB Marinir sebanyak 100 personel dari Pasmar-1 Jakarta ini akan melaksanakan pelayanan kesehatan di Rumkitlap dalam rangka pelayanan rawat inap, rawat jalan dan standby untuk evakuasi medik pada pasien kasus yang butuh penanganan lanjut ke kapal rumah sakit TNI AL KRI dr. Soeharso (990).

 

“Selain pelayanan rutin di rumah sakit lapangan, kami pun menyiapkan 25 personel Marinir untuk mendukung proses evakuasi pencarian korban reruntuhan bangunan, pembangunan sarana darurat di dusun Slenget,  Gumantar dan dusun Pendua serta bantuan perkuatan pengamanan aset-aset pemerintahan dan warga sesuai permintaan dan perintah komando atas,” ujar Komandan satgas PRCPB Marinir dari Pasmar-1 Jakarta ini (ARMAN R).

Berita Terkait