Minggu, 16 Desember 2018 | 01:39:53 WIB

Menaker Apresiasi Atlet Asian Games 2018 Dari Keluarga Pekerja Migran

Senin, 3 September 2018 | 21:21 WIB
Menaker Apresiasi Atlet Asian Games 2018 Dari Keluarga Pekerja Migran

(FOTO : ARMAN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan apresiasi kepada tiga atlet peraih medali emas Asian Games XVIII Tahun 2018 yang merupakan anak mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).  Ketiga atlet itu adalah Rindi Sufrianto, Aries Susanti Rahayu (panjat tebing) dan Aji Bangkit Pamungkas (pencak silat). 

"Penghargaan kepada mereka merupakan wujud apresiasi bagi putra putri terbaik bangsa. Orang tua mereka merupakan stakeholder Kemnaker sekaligus pahlawan devisa bagi Indonesia,“ ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri seusai menyerahkan penghargaan bagi atlet Asian Games 2018 di Innovation Room, Kantor Kemnaker, Jakarta, Senin (3/9).

Ketiga atlet peraih emas tersebut masing-masing memperoleh apresiasi sebesar Rp 25 juta dari BRI, Rp 25 juta dari BNI dan Jaminan Kematian, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT) selama 48 bulan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan serta apresiasi dari Kemnaker.

Atlet panjat tebing  Rindi Sufrianto (27) asal Probolinggo (Jatim) merupakan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah bekerja di Malaysia selama kurang lebih 14 tahun.

Begitu juga dengan Aries Susanti Rahayu (23), merupakan anak dari Maryati, mantan PMI di Kuwati (Timur Tengah). Sedangkan Aji Bangkit Pamungkas (28) pun anak dari mantan PMI Taiwan asal Ponorogo (Jatim) Nurul Laili. 

Menaker berpesan, semua pihak agar tidak menganggap remeh PMI. Selain pekerjaan halal, PMI juga telah memberikan kontribusi signifikan bagi Bangsa Indonesia. Sumbangan devisa PMI merupakan urutan keenam terbesar.

“Jangan anggap remeh PMI, karena PMI pekerjaan halal dan pekerjaan baik. Devisa nomor satu sawit, nomor enamnya PMI,” terang menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Hanif menegaskan, menjadi pekerjaan pemerintah ke depan untuk meningkatkan level PMI agar mereka yang bekerja di luar negeri dan tingkatannya menjadi lebih baik. “Sehingga penghasilannya menjadi lebih baik. Tentu perlindungan kepada mereka juga harus lebih baik,” kata Hanif.

Menurutnya, keluarga yang terus bekerja keras untuk melakukan investasi tebaik bagi anaknya, merupakan keluarga hebat dan bisa menjadi inspirasi bagi semua orang di Indonesia.

“Saya ingin ke depan anak TKI tak melahirkan TKI. Saya ingin anak TKI melahirkan atlet panjat tebing. Saya ingin anak TKI melahirkan Manteri, Saya ingin anak TKI menjadi Presiden,“ katanya.

Hanif menambahkan, pihaknya merasa bangga atas prestasi para atlet  dan perjuangan para atlet dari keluarga PMI dalam meraih prestasi. "Kami bangga dalam situasi ekonomi keluarga yang kurang menguntungkan namun mereka dapat berprestasi besar, " kata Menaker Hanif.

Menaker Hanif menambahkan Pemerintah memiliki komitmen sangat tinggi dalam menghadirkan negara meningkatkan harkat dan martabat PMI dengan memberikan perlindungan kepada PMI dan keluarganya.

"Sebagai anak PMI yang telah memberikan dharma baktinya mengharumkan negara dan bangsa dalam kancah olahraga Internasional, maka atas capaian keberhasilan tersebut, Kami mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya," katanya.

Sementara itu, Aries Susanti Rahayu mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak Menteri Ketenagakerjaan yang sudah memberikan perhatian dan mengapresiasi kepada para atlet anak mantan PMI.

“ Pesan buat anak-anak PMI jangan pernah minder, jangan pernah merasa kecil dimata anak-anak yang lain. Kita sama, kita mempunyai derajat yang sama, kita juga bisa membahagiakan kedua orangtua kita, dan kita bisa juga membuat kedua orangtua kita bangga dengan prestasi-prestasi kita. Tetap semangat dan terus berjuang bagi keluarga kita,” Aji Bangkit Pamungkas

Adapun Rindi Sufriyanto menambahkan, sebagai anak PMI, kami akan tetap berusaha bekerja keras melalui olahraga sehingga kami tetap bisa membahagiakan kedua orangtua dan khususnya bagi bangsa indonesia dan mengibarkan bendera merah putih di level internasional.”Terimakasih Bapak Menteri Hanif Dhakiri sebagai Menteri Ketenagakerjaan,”katanya. 

Seperti diketahui para peraih medali di Asian Games 2018, juga   telah menerima bonus dari pemerintah yang diserahkan oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Kepresidenan Jakarta.  Penyerahan bonus tersebut dilakukan sebelum ditutupnya pesta olahraga negara-negara se-Asia itu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Di Asian Games Tahun 2018, Kontingen Indonesia berhasil mengoleksi  31 emas, 24 perak dan 43 perunggu.Indonesia berada di posisi keempat dari 45 negara yang mengikuti ajang Asian Games 2018.

Berita Terkait