Rabu, 21 November 2018 | 19:28:41 WIB

Reskrimsus Amankan Satu Kontainer Asam Cianida, Burax dan Carbon

Kamis, 6 September 2018 | 21:23 WIB
Reskrimsus Amankan Satu Kontainer Asam Cianida, Burax dan Carbon

(FOTO: IRAWAN/LINDO)

NAMLEA, LINDO - Tim Reskrimsus Polda Maluku yang di pimpinan oleh Kompol Max Tahiya mengamankan 80 drum asam cianida (CN), burax dan carbon sebanyak 200 karung.

Pengamanan bahan kimia ilegal untuk aktifitas Peti di Gunung Botak itu dilakukan, Kamis (6/9) siang sekitar pukul 14.00 WIT, dipimpin Kompol Max Tahiya dari Reskrim Polda Maluku.

Sesuai manifes di kontainer itu berisi barang campuran. Selain ada CN, borak dan carbon, juga terdapat obat amoxilin cair, dua motor honda dan sparepart kendaraan, serta berbagai jenis barang lainnya.

Pemilik barang lain ikut hadir saat kontainer dibuka dan disaksikan Kepala PT Pelni Namlea, dan petugas Adpel Namlea, serta polisi KPPP.

Sedangkan pemilik CN yang diketahui bernama Kople, pengusaha tambang ilegal di Gunung Botak tidak hadir saat kontainer dibuka.Pengusaha asal Sulsel ini berdiam di Jalur B, Dusun Wamsait, Desa Fafa, Kecamatan Waelata.

Setelah kontainer dibuka dan barang campuran dikeluarkan, di dalam kontainer ditemukan drum dibungkus karung goni yang ternyata CN.

Didalam kontainer, terhalang dengan tumpukan drum CN juga ada dua ratus karung tidak bermerk yang dijahit rapih.

Saat dirobek karung putih tidak bermerk itu hanya kamuflase untuk membungkus karung berisi burax dan carbon.

Usai menemukan CN, burax dan carbon, Kompol Max Tahiya langsung mengontak Direskrimsus Polda Maluku, Kombes Firman Nainggolan.

Setelah berbicara sekian lama di telepon, Max Tahiya lalu berkoordinasi dengan pejabat pelabuhan Rauf Tuanany.

Reskrimsus membolehkan barang lainnya diangkut keluar pelabuhan Namlea. Sedangkan CN, burax, dan carbon tidak dibolehkan keluar dari pelabuhan.

Barang haram untuk tambang ilegal di Gunung Botak itu tetap dibiarkan di kontainer.Kemudian kontainernya digembok ulang dan diberi police line.

Max Tahiya yang ditanya wartawan, meminta agar dikonfirmasi masalah CN ini dengan ke pimpinannya Firman Nainggolan di Ambon.

Ia mengaku hanya diperintahkan untuk menyelidiki peredaran CN di Buru dan terbukti ada ditemukan satu kontainer CN, borax dan carbon di pelabuhan.

Barang haram itu diketahui dipasok dan diangkut KM Dorolonda dua pekan lalu. Namun setelah tercium di dalam kontainer itu ada CN, sampai dibongkar di hadapan penyidik polda, si pemilik barang tidak pernah muncul di Adpel Namlea.

Polisi juga sempat membuka karton berisi obat-obatan amoxillin merk Hufanaxil. Kemudian disarankan agar obat ini diteliti, agar jangan sampai tercemar bahan kimia tambang. (IRAWAN)

 

Berita Terkait