Sabtu, 22 September 2018 | 15:10:12 WIB

Dolar AS Kembali Melemah di Tengah Kekhawatiran Brexit

Selasa, 11 September 2018 | 14:44 WIB
Dolar AS Kembali Melemah di Tengah Kekhawatiran Brexit

Ilustrasi - Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena para investor mempertimbangkan beberapa data ekonomi terbaru. (FOTO: AIRMEDIA/LINDO)

NEW YORK, LINDO - Setelah sempat stabil, kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), di tengah harapan bahwa kesepakatan Brexit dapat disepakati dalam waktu enam hingga delapan minggu (9/9).

Perkiraan garis waktu ini datang dari kepala juru runding Uni Eropa Michel Barnier pada sebuah konferensi di Slovenia, yang membantu menenangkan ketakutan investor bahwa Inggris dapat berpisah dari benua itu pada Maret 2019 tanpa ada kesepakatan, menurut laporan-laporan media.

Namun, Barnier juga menunjukkan bahwa sejumlah masalah masih membutuhkan penyelesaian.

Menyusul berita tersebut, pound Inggris dan euro naik tajam terhadap dolar AS, menempatkan greenback berada di bawah tekanan.

Tidak ada data ekonomi utama akan keluar pada Senin (10/9). Demikian laporan yang dilansir Xinhua.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,22 persen menjadi 95,1475 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1596 dolar AS dari 1,1566 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3028 dolar AS dari 1,2924 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7110 dolar AS dari 0,7109 dolar AS.

Dolar AS dibeli 111,21 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,05 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik ke 0,9748 franc Swiss dari 0,9687 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3157 dolar Kanada dari 1,3172 dolar Kanada. (ANT)

 

Berita Terkait