Kamis, 15 November 2018 | 01:04:24 WIB

Pilpres 2019, Gubernur Malut Siap Dukung Jokowi Dua Periode

Selasa, 11 September 2018 | 19:18 WIB
Pilpres 2019, Gubernur Malut Siap Dukung Jokowi Dua Periode

Gubernur Provinsi Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba (AGK) menjawab pertanyaan wartawan di Ternate, Maluku Utara. (FOTO: IST/LINDO)

TERNATE, LINDO - Gubernur Provinsi Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba (AGK), yang juga kader PKS, siap mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden Republik Indonesia dua periode pada Pemilihan Presiden 2019.

"Pada pilpres saya dukung Jokowi. Bukan karena PDIP mendukung sebagai cagub Maluku Utara (Malut), tetapi faktor Jokowi masih dibutuhkan untuk melanjutkan dua periode," katanya di Ternate, Selasa (11/9).

Abdul Gani Kasuba sendiri merupakan kader Partai Keadilan Sejahtra (PKS) yang berkoalisi mendukung pasangan Prabowo Subianto/Sandiaga Uno.

Menurutnya pilihan untuk tetap mendukung Jokowi bukan karena partai yang mengusungnya pada pemilihan gubernur, melainkan ada kecocokan visi dan misi, karena Jokowi adalah sosok yang sangat dekat baik secara pribadi maupun kelembagaan dengan masyarakat pada umumnya.

"Apalagi selama memimpin Jokowi cukup berhasil dalam membangun republik ini," katanya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Malut ini mengatakan semasa kepemimpinan Jokowi-JK, sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI, sangat memperhatikan Malut, seperti infrastruktur baik pelabuhan, bandara udara maupun jalan.

"Coba dilihat dan dicek di lapangan, mulai dari Kepulauan Sula, Taliabu, Halteng dan Haltim jalan sudah mulai tersambung karena merupakan jalan nasional yang dibangun oleh Balai Jalan dan Jembatan, walaupun belum semua dilakukan, tapi buktinya sudah ada," katanya.

Terkait maraknya isu 2019 ganti Presiden yang beredar di media sosial, ia tegas mengatakan 2019 Presiden tidak akan diganti.

Oleh karena itu, politisi asal PKS ini meminta agar pemilih di Malut memberikan dukungannya bagi kemenangan Jokowi/Ma'ruf Akin, sehingga pembenahan infrastruktur di kawasan timur Indonesia bisa dituntaskan.  (ANT)

Berita Terkait