Sabtu, 22 September 2018 | 14:42:16 WIB

Orang Tua Berpengetahuan, Kunci agar Anak tidak Kerdil

Jum'at, 14 September 2018 | 03:40 WIB
Orang Tua Berpengetahuan, Kunci agar Anak tidak Kerdil

Seorang ibu menenangkan anaknya yang menangis saat hari pertama masuk sekolah di SD Negeri Sumber Agung, di Jalan Bayangkara, Serang, Banten, Senin (16/7/2018). Pemerintah melalui Menteri Pendidikan mengingatkan pentingnya tanggung jawab orang tua membantu menyiapkan mental anak saat hari pertama masuk sekolah agar anak lebih percaya diri dan siap menyerap pelajaran di sekolah. (FOTO: ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pakar menyebutkan bahwa orang tua baik ibu maupun ayah harus berpengetahuan yang cukup sebagai salah satu faktor agar anak tidak mengalami kekerdilan atau stunting.

"Dengan edukasi yang baik untuk orang tua muda. Saya tekankan orang tua, tidak hanya ibu, tapi penting juga untuk mengedukasi para ayah. Dengan edukasi yang baik, kita bisa mendapatkan penurunan angka stunting lebih baik. Edukasi itu super penting," kata Kepala London School of Hygiene & Tropical Medicine, Inggris, Andrew Prentice di Jakarta, Kamis (13/9).

Menurut Prentice, masalah kekerdilan di Indonesia terbagi menjadi dua kelompok yakni pada kelompok sosio ekonomi bawah dan atas.

Untuk kelompok sosio ekonomi bawah, kasus kekerdilan terjadi karena asupan gizi makanan yang kurang termasuk juga akses sanitasi dan kebersihan yang kurang.

Sementara kasus kekerdilan pada kelompok sosio ekonomi atas terjadi karena salah dalam memilih pola makan dan memberikan makan pada anak.

Oleh karena itu meskipun pada orang tua yang memiliki status ekonomi baik, tidak menutup kemungkinan anaknya mengalami kurang gizi, gizi buruk, obesitas, atau bahkan stunting atau kerdil.

Yang dimaksud oleh Prentice tentang edukasi orang tua ialah mengenai bagaimana ayah dan ibu menerapkan pola asuh yang benar pada anaknya.

Prentice mencontohkan orang tua urban yang lebih sering memberikan anaknya makanan cepat saji atau "junk food" ketimbang makanan yang bervariasi dan lebih bergizi. Selain itu, orang tua juga tidak mengajak anak beraktivitas fisik dengan membiarkannya menggunakan gawai.

"Mungkin anda merasa anak anda baik-baik saja. Tapi tetap ada yang salah jika anda mengizinkan anak anda mengonsumsi  'junk food',   tidak ada aktivitas fisik. Sejak kecil sudah main gawai karena  banyak anak saat ini menonton video di handphone saat sarapan," kata Prentice.

Dia menilai masyarakat Indonesia saat ini kurang mengonsumsi susu dan mengalami defisit kalsium yang sangat banyak. Oleh karena itu dia menyarankan agar para orang tua memberikan anak asupan susu maupun bahan makan olahan dari susu untuk menjaga nutrisi dan mencegah stunting.

Kondisi stunting atau kerdil pada anak yang dikhawatirkan ialah bukan soal kondisi fisik anak yang lebih pendek melainkan kondisi IQ anak yang rendah karena kurang gizi. (ANT)

 

 

Berita Terkait