Selasa, 13 November 2018 | 23:27:26 WIB

Ini 23 Titik BBM Satu Harga Beroperasi Selama 2018

Jum'at, 14 September 2018 | 04:12 WIB
Ini 23 Titik BBM Satu Harga Beroperasi Selama 2018

Pertamina menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi kebutuhan BBM jelang akhir tahun. (FOTO: TIMESINDONESIA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - PT Pertamina (Persero) terus merealisasikan BBM Satu Harga di beberapa wilayah Indonesia, sampai dengan minggu pertama September 2018, Pertamina telah mengoperasikan 77 titik BBM 1 Harga.

Vice President Corporate Communication PT Pertamin (Persero) Adiatma Sardjito dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (13/9), menyatakan jumlah tersebut meliputi 54 titik yang telah beroperasi pada tahun 2017 dan 23 titik yang beroperasi sejak Januari hingga awal September 2018.

“Sebanyak 77 lembaga penyalur BBM yang telah beroperasi, beberapa sudah diresmikan Pertamina bekerja sama dengan BPH Migas, namun demikian yang belum diresmikan tetap beroperasi dan melayani masyarakat,” kata Adiatma.

Pada tahun tahun 2018, Pertamina ditargetkan mengoperasikan 67 titik BBM 1 Harga, di mana sisanya sebanyak 44 titik masih melewati proses perijinan dan pembangunan. “Kami berharap target yang ditetapkan pemerintah dapat diselesaikan sampai akhir 2018,” kata Adiatma.

Secara detil ke-23 titik yang terealisasi di tahun ini berada wilayah Kalimantan, Sulawesi,  Papua, dan Sumatra yakni:
1.      Seimenggaris, Nunukan , Kalimantan Utara (9 Maret)
2.      Liang, Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah (9 Maret)
3.      Banggai Tengah, Banggai Laut, Sulawesi Tengah (6 April)
4.      Distrik Pirime, Lanny Jaya, Papua (6 April)
5.      Wawoni Barat, Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara (11 Juni)
6.      Tagulandang, Kep. Sitaro, Sulawesi Utara (29 Juni)
7.      Distrik Fayit, Asmat, Papua ( 2 Juli)
8.      Gido, Nias, Sumatera Utara  (26 Juli)
9.      Miangas, Kab. Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (30 Juli)
10.     Kep. Sula, Maluku Utara (31 July)
11.     Belantikan Raya, Lamandau, Kalimantan Tengah (3 Agustus)
12.     Kec. Sungai Boh, Kab. Malinau, Kalimantan Utara (7 Agustus)
13.     Tolingula, Gorontalo(27 Agustus)
14.     Wamena, Jayawijaya, Papua (27 Agustus)
15.     Sabu, Sabu Raijua, NTT (29 Agustus)
16.     Bintuni, Teluk Bintuni, Papua Barat (30 Agustus)
17.     Katingan Kuala, Katingan Hulu, Kalimantan Tengah (30 Agustus)
18.     Lalan, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (30 Agustus )
19.     Borong, Manggarai Timur, NTT (30 Agustus)
20.     Bokondini,Tolikara, Papua ( 30 Agustus)
21.     Essang, Kab. Kep Talaud, Sulawesi Utara (4 September)
22.     Nanusa, Kab. Kep. Talaud, Sulawesi Utara (4 September)
23.     Kec. Bawolato, Nias Induk, Sumatra Utara (5 September)

Program BBM Satu Harga merupkan program pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dimana menjadi perhatian khusus pemerintah agar masyarakat yang tinggal di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) bisa merasakan harga BBM sesuai ketentuan Pemerintah dalam rangka pemerataan dan asas keadilan.

Adiatma menjelaskan dengan BBM 1 Harga, warga di Tolikara Papua yang sebelumnya membeli Premium dengan harga kisaran Rp 25 – 40 ribu/liter, kini bisa menikmati harga Rp 6.450 per liter. Demikian pula daerah lainnya bisa mendaparkan Premium 6.450 dan Solar 5.150 per liternya

"Dengan beroperasinya lembaga penyalur tersebut, tentunya Pertamina tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kerjasama dengan berbagai pihak, seperti Kementerian ESDM, pemerintah daerah, aparat kepolisian dan peran aktif masyarakat agar BBM 1 Harga tepat sasaran dan bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat."

Adiatma menambahkan, konsumsi BBM Satu Harga hanya sekitar 0,3 persen dari total penyaluran Nasional. Pada tahun 2018, Pertamina memroyeksikan  rata-rata penyaluran Premium dan Solar untuk program BBM Satu Harga sebesar 5.727 KL per bulan untuk 67 lembaga penyalur. (ANT)

 

Berita Terkait