Kamis, 15 November 2018 | 05:33:02 WIB

Ratusan Petani Berdemo Tolak Penambangan Batubara

Jum'at, 14 September 2018 | 04:20 WIB
Ratusan Petani Berdemo Tolak Penambangan Batubara

Tolak Tambang Batubara di Kotabaru, Terindikasi Demo Pesanan Pengusaha Tolak Tambang Batubara, di Kotabaru dan massa pendemo ngaku dibayar Rp 50 ribu perorang. (FOTO: SUARA KALIMANTAN/LINDO)

BATURAJA, LINDO - Ratusan petani warga Desa Batumarta, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan menggelar aksi demo ke Gedung DPRD setempat menolak adanya aksi penambangan batubara di wilayah itu.

 "Di desa kami sudah cukup dengan sektor pertanian karet, tidak usah ditambah lagi adanya penambangan batubara," kata Irsan selaku koordinator aksi demo saat berorasi di halaman Gedung DPRD Ogan Komering Ulu (OKU) di Baturaja, Kamis (13/9).

 Pihaknya, ujar dia, menuntut kepada DPRD OKU, menyampaikan dan memperjuangkan penolakan warga soal adanya penambangan batubara di wilayah setempat yang dilakukan oleh PT Selo Agrodedali.

 Kemudian masyarakat juga meminta agar DPRD OKU menetapkan Batumarta sebagai kawasan agribisnis yang dituangkan dalam Rencana Tata Ruang wilayah OKU.

  "Kami juga meminta selama rencana tata ruang wilayah diproses seluruh aktivitas penambangan harus dihentikan. Kami meminta DPRD menindaklanjuti tuntutan warga kepada PT Selo Agrodedali," katanya.

 Irsan juga mengatakan, paling lambat 10 hari harus sudah ada jawaban dari pihak DPRD setempat atas tuntutan tersebut.

 "Jika tidak kami akan membawa massa yang lebih banyak lagi," tegasnya.

  Ketua Komisi III DPRD OKU, Yopi Sahrudin saat menerima masa aksi demo mengatakan jika pihaknya akan melakukan koordinasi terhadap pihak terkait mengenai masalah penambangan tersebut.

 "Kami hanya sebatas koordinasi saja. Kalau tuntutan bisa diperjuangkan, mengingat saat ini pihak DPRD sedang melakukan pembahasan 12 Prolegda yang salah satunya terkait rencana tata ruang daerah OKU. Yang jelas massa harus sabar semua butuh proses," ujarnya. (ANT)

Berita Terkait