Kamis, 15 November 2018 | 05:17:59 WIB

Satgas Kostrad Bangun Ketahanan Pangan Dan Gizi Di Perbatasan

Jum'at, 14 September 2018 | 20:00 WIB
Satgas Kostrad Bangun Ketahanan Pangan Dan Gizi Di Perbatasan

(FOTO : DISPENAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Setelah 3 bulan melakukan pendampingan kepada masyarakat, tibalah saatnya untuk melakukan panen ikan lele di Pos Bendungan Tami, Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Dalam kegiatan panen lele ini, Pos Bendungan Tami Satgas Yonif Para Raider 501/Kostrad membagikan lele hasil panen tersebut kepada warga Dusun Gambut, Jumat (14/9).

Di sela-sela kegiatan, Dansatgas Yonif Para Raider 501/Kostrad Letkol Inf. Eko Antoni Chandra mengatakan, kehadiran prajurit di tengah-tengah masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya, sekaligus memberikan ilmu tentang cara beternak ikan lele yang efektif kepada masyarakat di perbatasan Papua.

“Satgas Kostrad tidak hanya memberikan ilmu yang bersifat teori saja, namun juga praktek sekaligus melakukan pendampingan kepada masyarakat dengan tujuan ilmu yang telah diberikan bisa langsung diterapkan,” ujarnya.

Sejak bulan Maret 2018 lalu lanjut Letkol Inf. Eko Antoni Chandra, personel Pos Bendungan Tami mulai mencoba untuk beternak ikan Lele. Ilmu beternak Lele itu sendiri telah diterima melalui kegiatan pembekalan sebelum melaksanakan penugasan di Papua.

“Hasilnya, pada percobaan pertama ternak lele yang dilakukan Pos Bendungan Tami Juni lalu, berhasil melakukan panen lele sebanyak 2000 ekor,” ungkap Dansatgas.

Namun menurutnya, sangat disayangkan apabila ilmu yang sangat bermanfaat ini tidak ditularkan kepada masyarakat Papua. Hingga akhirnya personel Pos Bendungan Tami berinisiatif untuk membuat peternakan lele sekaligus melakukan pendampingan kepada masyarakat Dusun Gambut tentang cara beternak.

“Prajurit juga membimbing warga cara pembuatan kolam, perawatan bibit, pemberian pakan sampai pensortiran lele, semua dilakukan dengan metode praktek langsung ke lapangan. Teknisnya dengan mengajak warga Dusun Gambut bersama sama ikut beternak lele,” terangnya.

Letkol Inf. Eko Antoni Chandra menjelaskan, pendampingan yang telah dilakukan oleh Pos Bendungan Tami selama 3 bulan, bisa dijadikan pedoman bagi warga Dusun Gambut untuk beternak ikan lele. “Warga jangan pernah ragu, malu, dan takut untuk bertanya kepada personel Pos Bendungan Tami, apabila ada hal hal yang masih kurang paham tentang cara beternak lele ini,” ujarnya.

"Semoga ilmu yang telah diajarkan bisa diaplikasikan, sehingga bisa dijadikan satu peluang untuk mendongkrak perekonomian keluarga,” harap Dansatgas.

Ia optimis, dengan mengembangkan budidaya lele di perbatasan, itu bisa mendorong terciptanya pemerataan ekonomi, dan sekaligus menjaga ketahanan pangan dan gizi di perbatasan, yang menurutnya penting untuk memperkuat wilayah perbatasan melalui pendekatan kesejahteraan.

"Wilayah perbatasan sebenarnya memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang tinggi. Oleh karena itu, pengembangan usaha budidaya lele ini harus bisa menjadi alternatif usaha dalam rangka membangun daerah perbatasan," jelas Letkol Inf.Eko Antoni Chandra.

Satgas Yonif Para Raider 501/Kostrad berharap masyarakat Papua, khususnya warga Dusun Gambut bisa mengaplikasikan apa yang telah diajarkan. Sehingga disaat Satgas Yonif Para Raider 501/Kostrad nanti purna tugas, masyarakat sudah mempunyai bekal ilmu beternak lele.

Sementara itu, Thomas Degei, salah seorang warga Dusun Gambut yang hadir dalam acara ini mengungkapkan, awalnya ia hanya sekedar ikut - ikutan saja saat diajak  ke Pos Bendungan Tami untuk memberikan pakan dan mensortir lele.  “Namun setelah melihat 2000 ekor ikan lele diangkat dari kolam, saya merasa terpacu dan bersemangat untuk beternak juga,” ucap Thomas penuh optimis.  (ARMAN R)

Berita Terkait