Jumat, 19 Oktober 2018 | 16:31:15 WIB

Ratusan Pejabat Rindam Dan Korem Dapat Pencerahan Tehnis Teritorial Dari Danpusterad

Rabu, 19 September 2018 | 13:48 WIB
Ratusan Pejabat Rindam Dan Korem Dapat Pencerahan Tehnis Teritorial Dari Danpusterad

(FOTO : PUSTERAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO – Sebanyak 120 para Perwira Menengah (Pamen) yang membidangi kegiatan Teritorial dari jajaran Rindam dan Korem seluruh Indonesia, menerima kegiatan penataran tehnis teritorial dari Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad), yang dibuka langsung oleh Komandan Pusterad Mayjen TNI Hartomo, di Pusat Pendidikan Teritorial Pusterad, Bandung, Jawa Barat (Jabar), Rabu Pagi (19/9).  

Dalam acara tersebut, Komandan Pusterad (Danpusterad) menyampaikan latar belakang diadakannya penataran Latihan Tehnis Teritorial pencegahan paham radikal ini, adalah merupakan upaya yang dilakukan oleh pimpinan Angkatan Darat dalam menyikapi situasi dan kondisi yang berkembang akhir-akhir ini, karena paham radikalisme mengalami perkembangan yang cukup pesat ditengah - tengah kehidupan masyarakat.

Menurutnya, ancaman radikalisme ini berpotensi dapat mengganggu jalannya pesta demokrasi, yaitu Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemiliha Presiden (Pilpres) tahun 2019 yang akan datang.

"Oleh karena itu, diharapkan para peserta ini nantinya sebagai pelatih pada latihan pencegahan paham radikalisme di satuannya masing-masing," ujar Mayjen TNI Hartomo.

Seiring dengan tuntutan tugas yang semakin tidak mudah dan kompleks lanjutnya, dampak pengaruh globalisasi dan perkembangan sosial yang semakin maju dan dinamis di era demokrasi sekarang ini mendorong masyarakat semakin kritis dan kompetitif.

Hal tersebut bisa saja menjadi potensi kerawanan atau permasalahan yang bila tidak diantisipasi secara maksimal, akan meluas menjadi konflik berkepanjangan, yang pada gilirannya dapat mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara keseluruhan.

Danpusterad juga berpesan, agar para Perwira peserta penataran lebih kreatif dan mampu menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik dengan aparat pemerintah setempat, aparat kepolisian dan lembaga maupun komponen masyarakat secara luas, agar dapat menginventarisasi segenap potensi wilayah pertahanan yang ada di daerah masing-masing secara tepat dan akurat, sehingga dapat dirumuskan langkah-langkah penyiapan kekuatan pertahanan yang berdaya guna untuk kepentingan pertahanan negara.

Mayjen TNI Hartomo mengarahkan peserta penataran tehnis teritorial, untuk mempelajari dan memahami Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2012 yang mengatur tentang penanggulangan konflik sosial, di mana matriks penyelenggaraannya secara jelas sekali keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada tahap pencegahan konflik, penghentian konflik dan pemulihan pasca konflik, karena penanggulangan konflik komunal/sosial merupakan bagian dari kegiatan pembinaan teritorial dalam pelaksanaan salah satu tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yakni operasi bantuan penanggulangan konflik komunal/sosial di wilayah.

Acara ini turut dihadiri, antara lain Wakil Komandan (Wadan) Pusterad Brigjen TNI Joko Warsito, Sekretaris Pusterad Kolonel Inf Toto Nurwanto, Ir Pusterad, Para Staf Ahli, Para Direktur, Komandan Pusat Pendidikan Teritorial Kolonel Pas Sujatmiko (Kasubdit Kontra Propaganda dari BNPT) serta Komandan Satuan Intelijen Teritorial Pusterad Kolonel Inf. I Made Riawan, S.Psi. (ARMAN R)

Berita Terkait