Sabtu, 20 Oktober 2018 | 21:05:30 WIB

Job Fair BLK Bekasi Sediakan 9.000 Lowongan Pekerjaan

Rabu, 19 September 2018 | 22:30 WIB
Job Fair BLK Bekasi Sediakan 9.000 Lowongan Pekerjaan

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri saat membuka job fair di Bekasi, Jabar, Rabu (19/9). (FOTO: HUMASNAKER/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Binapenta dan PKK) dan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Ditjen Binalattas), menyelenggarakan job fair yang berlokasi di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi, Jawa Barat (Jabar) pada 19 - 20 September 2018.

Sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, penyelenggaraan job fair di BLK Bekasi tidak dipungut biaya alias gratis bagi pencari kerja. Job fair di BLK Bekasi dimulai pada pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 16.00 WIB.

Tersedia 9.000 lowongan pekerjaan dari 84 perusahaan yang berasal dari berbagai sektor usaha, antara lain industri start up, telekomunikasi dan teknologi informasi, perbankan, manufaktur, retail, agro industri, otomotif, dan jasa.

“Pelaksanaan job fair ini merupakan upaya mempertemukan pemberi kerja dan pencaker secara langsung. Upaya ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran di Indonesia,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri saat membuka job fair di Bekasi, Jabar, Rabu (19/9).

Melalui job fair lanjutnya, angka pengangguran jumlahnya diharapkan akan terus menurun. Disamping itu, job fair juga berfungsi mempromosikan berbagai kebijakan dan program ketenagakerjaan. Acara ini juga diisi dengan seminar tentang motivasi kerja bagi para pencari kerja.

“Tingkat pengangguran turun dari 7,01 juta orang (6,33%) pada Februari 2017 menjadi 6,87 Juta orang (5,13%) pada Februari 2018.  Oleh karenanya, kita terus mendorong semua pihak agar bisa menyelenggarakan job fair atau pameran kerja di berbagai daerah, bukan hanya di pusat,” terang Hanif.

Penurunan jumlah penganggur tambahnya, menunjukkan bahwa jumlah kesempatan kerja yang tercipta lebih besar daripada pertambahan angkatan kerja baru, sehingga jumlah pengangguran terbuka menjadi berkurang.

“Data informasi pasar kerja Kemnaker, menunjukkan pada tahun 2015 telah tercipta dan ditempatkan sebanyak 2,886 juta orang, tahun 2016 sebanyak 2,448 juta orang, dan tahun 2017 sebanyak 2,669 juta orang,” papar menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Menurutnya, melalui kegiatan-kegiatan penciptaan kesempatan kerja, baik sektoral maupun perluasan kesempatan kerja, dalam tiga tahun terakhir telah dapat dilampaui target kesempatan kerja 2 juta setiap tahunnya.

“Kegiatan job fair semacam ini adalah kegiatan yang sangat bagus untuk penyerapan angkatan kerja. Ke depannya kita juga akan mengarahkan angkatan kerja untuk berani menjadi wirausaha membuka lapangan kerja baru," ujar Hanif.  (ARMAN R)

Berita Terkait