Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:49:40 WIB

Jelang Pertemuan IMF, Polda Bali Perketat Pintu Masuk ke Pulau Dewata

Kamis, 20 September 2018 | 00:33 WIB
Jelang Pertemuan IMF, Polda Bali Perketat Pintu Masuk ke Pulau Dewata

Kepolisian Daerah Bali memperketat pengamanan menuju pintu masuk Pulau Dewata. (FOTO: RRI/LINDO)

DENPASAR, LINDO - Kepolisian Daerah Bali memperketat pengamanan menuju pintu masuk Pulau Dewata, khususnya yang berada di Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Padang Bai, menjelang pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia, 8-14 Oktober 2018.

"Polda Bali sudah menginstruksikan sejumlah anggota dimasing-masing wilayah penyangga pintu masuk Pulau Bali baik itu dari ujung barat, hingga timur Pulau Dewata agar melakukan pengamanan pintu masuk Bali," kata Waka Polda Bali Brigjen (Pol) I Wayan Sunartha di Denpasar, Rabu (19/9).

Selain itu, Polda Bali sudah membentuk sembilan satuan tugas (satgas) pengamanan diantaranya pengamanan Bandara Ngurah Rai Bali, satgas pengamanan hotel dan satgas rute para delegasi Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia (World Bank/WB) yang terus digelar menjelang kegiatan internasional itu.

Dia mengatakan, Polda Bali siap melakukan pengamanan terhadap kurang lebih 15.000 peserta VVIP yang datang kepertemuan IMF-WB nanti yang juga bekerjasama dengan Kodam Udayana dalam melakukan pengamanan wilayah Pulau Bali.

"Sebelum pertemuan IMF-WB ini berlangsung, segenap anggota kepolisian di Pulau Dewata juga sudah melakukan operasi rutin yang ditingkatkan guna menunjang pelaksanaan pengamanan IMF-WB," ujarnya.

Untuk mengantisipasi gangguan keamanan lainnya seperti aksi demo saat IMF-WB berlangsung, pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dan tokoh masyarakat, tokoh adat agar kepada warganya agar bisa menyampaikan aspirasi sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku, tanpa harus melakukan aksi turun ke jalan menjelang pertemuan IMF-WB.

Namun Polda juga melakukan langkah-langkah lain jika ada tindakan gangguan keamanan yang dapat mengganggu pelaksanaan pertemuan IMF-WB ini karena Bali membawa nama bangsa dalam kegiatan internasional ini.

"Polda Bali juga sudah memperkuat barisan terhadap masuknya kelompok-kelompok yang mungkin memiliki niat mengganggu kegiatan di Bali," ujarnya.

Hal ini sangat penting mengingat kegiatan ini akan dihadiri puluhan kepala negara dan pemerintahan, baik itu "minister of finden", pemerintah bank dunia, "chief executive officer" dan "chief financial officer".

"Akan ada 189 negara yang datang ke Bali dengan jumlah peserta VVIP kurang lebih 15.000, dengan jumlah stafnya yang mencapai 20.000 orang lebih," katanya.

Karena itu, Sunartha mengajak masyarakat di Pulau Dewata bersama-sama untuk menjaga situasi kamtibmas di wilayah Bali sehingga berjalan dengan aman, kondusif dan sesuai filosofi "ajeg bali".

"Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan pelaksanaan IMF-WB ini dapat berjalan dengan sukses," katanya. (ANT)

 

Berita Terkait