Sabtu, 20 Oktober 2018 | 20:56:34 WIB

Parpol Ponorogo Kompak Deklarasi Pemilu Damai

Kamis, 20 September 2018 | 19:19 WIB
Parpol Ponorogo Kompak Deklarasi Pemilu Damai

(FOTO: IST/LINDO)

PONOROGO, LINDO - Menjelang pesta demokrasi 2019 seluruh partai politik peserta pemilu bersama masyarakat Bumi Reyog, Rabu (19/9) di Pendopo Pemkab Ponorogo melaksanakan Deklarasi Aman, Damai dan Sejuk Pileg dan Pilpres 2019.

Kegiatan dihadiri oleh Kapolres Ponorogo AKBP Radiant, Wakil Bupati Ponorogo Sujarno, Wakapolres Kompol Kompol Moh. Roni Mustofa, Kasdim 0802 Ponorogo Mayor Inf. M. Yusup, Wakil Ketua PN Ponorogo Ahmad Satibi, Kasi Pidum Kejari Ponorogo Abdurachman, Ketua FKPSB Ponorogo Muchib Fiqhan, Ketua MUI Ponorogo KH. Ansor M. Rusdi, Ketua FKIUB Ponorogo H. Muh. Mansyur, Ketua FKUB Ponorogo HM. Suyudi, Komisioner KPU  Ponorogo Ahmad Fauzi, Ketua Bawaslu Ponorogo Muh. Syaifulloh, para Ketua/Pengurus Parpol Peserta Pemilu 2019 Ponorogo, OPD Pemkab Ponorogo dan Forkompimka se-Kabupaten Ponorogo.

Dalam paparannya Ketua Bawaslu Ponorogo Muh. Syaifulloh menyampaikan bahwa sebentar lagi tahapan pemilu masuk tahap Kampanye. "Kepada parpol agar dapat melaksanakan tahap tersebut dengan baik dan sesuai amanat undang-undang/aturan dengan memberikan pendidikan politik dan pengaruh yang baik kepada masyarakat," kata Muh. Syaifulloh.

Menurutnya, dalam Undang-Undang juga terdapat larangan yang tidak boleh dilaksanakan termasuk tidak boleh menggunakan fasilitas pemerintah, agama dan pendidika. "Sehingga  Bawaslu akan mengawasi pelaksanaan tahapan pemilu dan juga mengawasi netralitas TNI/Polri, ASN, Kepala Desa, Perangkat Desa, Pegawai BUMN dsb sesuai pasal 280 ayat 2 UU No. 7 tahun 2017," paparnya.

Menurutnya, seorang caleg dari unsur BPD tidak wajib mundur dari jabatannya. "Namun anggota BPD yang mengajukan Caleg tidak boleh berkampanye," terangnya.

Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Polri atas kegiatan deklarasi ini. "Semoga tahapan Pemilu 2019 dapat berjalan dengan aman, damai dan sejuk," bebernha.

Sedangkan Komisioner KPU Ponorogo Ahmad Fauzi menegaskan bahwa awalnya DPT Kab. Ponorogo telah ditetapkan sejumlah 761.843 pemilih yang tersebar di 2.927 TPS se Kab. Ponorogo.

"Namun sesuai perkembangan terkini KPU secara nasional mendapatkan rekomendasi untuk melakukan pencermatan sehingga DPT akan dilakukan perbaikan sampai dengan menjelang Pemilihan untuk mengakomodir pemilih baru yang memenuhi syarat maupun mencoret pemilih yang tidak memenuhi syarat," tandas Ahmad Fauzi.

Lebih lanjut dia menjelaskan menurut rencana pada 21 hingga 23 September 2018 akan diumumkan Daftar Calon Tetap/DCT Kab. Ponorogo yang nantinya juga diumumkan melalui media cetak maupun elektronik.

"KPU telah melakukan sosialisasi kepada stakeholder dengan harapan agar aturan perundangan terkait kampanye dapat dipatuhi bersama, diantaranya tim kampanye diharapkan segera mendaftarkan diri di KPU Ponorogo," ungkapnya.

Sementara itu laporan audit dana kampanye dimulai tanggal 22 September 2018 juga sudah disosialisasikan. "Terimakasih kepada Polres Ponorogo yang telah memprakarsai kegiatan Deklarasi Damai untuk pelaksanaan Pemilu yang berintegritas, aman dan damai," terangnya.

Disela-sela acara,  Kapolres Ponorogo AKBP Radiant mengatakan bahwa saat ini sudah digelar apel gelar pasukan dengan sandi Operasi Mantab Brata 2018 yang merupakan operasi terpusat dalam rangka Pengamanan Pileg dan Pilpres 2019.

"Polres Ponorogo dalam pengamanan Pemilu mengedepankan kegiatan prefentif, preemtif, yang didukung dengan kegiatan intelijen dan juga gakkum," ujar AKBP Radiant.

Menurut Kapolres Ponorogo,  pemilu merupakan kegiatan demokrasi dari rakyat dan untuk rakyat yang diatur dalam undang-undang, dimana mulai tanggal 23 September 2018 s.d. 13 April 2019 akan dilaksanakan tahapan Kampanye.

"Kita hari ini melaksanakan deklarasi damai, dan kepada parpol nantinya agar siap menang dan siap kalah sehingga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif wilayah Kab. Ponorogo dapat terwujud," tambahnya.

Wakil Bupati Ponorogo Sujarno menyampaikan maaf Bupati Ponorogo tidak dapat hadir karena ada kegiatan di luar kota. "Kita memiliki hajat besar yaitu Pemilu Pileg dan Pilpres 2019, dimana tanggal 23 September 2018 sudah mulai tahapan kampanye," kata Wabup Sudjarno.

Pihaknya mengajak semua pihak menyambut pesta demokrasi dengan sungguh-sungguh dan cermat karena dinamika akan terus berkembang.

"Media sosial sangat berpengaruh terhadap perkembangan situasi sehingga kita harus peka untuk tidak terpengaruh khususnya yang bersifat profikatif untuk menciptakan situasi Ponorogo dapat aman dan kondusif," terangnya.

Pihaknya juga menyampaikan terimakasih kepada Polres Ponorogo atas segala upaya pengamanan setiap kegiatan maayarakat termasuk kegiatan politik.

"Mari bersama sama berkomitmen diri untuk menyukseskan Pemilu 2019 sehingga dapat berjalan dengan aman dan lancar dengan meningkat koordinasi dengan mengedepankan kekompakan seluruh stakeholder," pintanya. (Muh Nurcholis)

 

Berita Terkait