Senin, 17 Desember 2018 | 22:27:24 WIB

Kapolda Malut Belum Komitmen Soal Sanksi Polisi Terlibat Narkoba

Selasa, 25 September 2018 | 19:25 WIB
Kapolda Malut Belum Komitmen Soal Sanksi Polisi Terlibat Narkoba

Kapolda Malut Brigjen Polisi Naufal Yahya menjawab pertanyaan wartawan di Ternate, Maluku Utara. (FOTO: MAHMUD/LINDO)

TERNATE, LINDO - Narkoba dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa atau disebut Ekstra Ordinary Crime. Sehingga komitmen untuk memberantas pengedar maupun pemakai narkoba harus diberantas. Termasuk oknum polisi pengguna narkoba.

Namun, komitmen Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara (Malut),Brigjen Polisi Naufal Yahya, tindak tegas oknum Polisi yang terlibat dengan narkoba, hingga pada sangksi kode etik Pemacatan Tidak Terhormat (PTDH) sebagai anggota Polri. Dinilai masih lemah, alias "Gertak Doank".

Betapa tidak, belum lama ini sejumlah anggota polisi baik yang bertugas di Polda Malut maupun di Polres jajaran, ikut terjaring dalam penangkapan narkoba yang diungkap Direktorat Narkoba (Ditnarkoba) Polda Malut. Berdasarkan catatan liputanindonews.com sekiranya ada 3-4 oknum anggota polisi yang turut ditangkap Ditnarkoba Polda Malut.

Dari sekian oknum anggota polisi yang ditangkap Ditnarkoba satu diantaranya, bertugas di Polda Malut dengan inisial AB alias Abobi. Ironisnya dari sekian oknum anggota polisi yang positif memakai narkoba. Masih diberi jabatan sebagai Kapolsek Ternate Selatan dengan inisial CR.

Menanggapi sekian oknum anggota polisi yang masih aktif berkantor, Kapolda Malut Brigjen Polisi Naufal Yahya, enggan ambil pusing. Pasalnya orang nomor satu di Mapolda Malut ketika dikonfirmasi awak media. Kapolda hanya berstetmen akan di proses, namun kenyatanya masih saja ada oknum anggota polisi pengguna narkoba masih ngantor

"Polisi yang terlibat narkoba. Kita tetap proses," kata Naufal, baru-baru ini usai menghadiri rapat koordinasi Pilpres dan Pileg di Royal Resto.

Disentil jika oknum anggota polisi yang terlibat narkoba dan di vonis pengadilan dibawah 5 bulan apakah yang bersangkutan langsung dikenakan sangsi kode etik hingga pada PTDH? Jendral bintang satu itu bersikeras bahwa proses PTDH kepada setiap anggota polisi yang terlibat narkoba, bukan dilihat pada berapa tuntutan pengadilan, melainkan hal lain.

"Ya nggak bisa begitu. Kita harus lihat dulu kedudukanya seperti apa. Kita tidak bisa pecat anggota polisi yang terlibat narkoba, berdasarkan putusan pengadilan 1 tahun atau 5 bulan," tandas Naufal.

Sementara itu, juru bicara Polda Malut AKBP Hendry Badar, ketika didesak wartawan untuk merilis sejumlah oknum anggota polisi yang terlibat narkoba baik sudah ada putusan hukum tetap (incrah) maupaun masih dalam tahap persidangan.

Hendry menolak untuk membeberkan data tersebut. "Datanya masih di cek di Propam, Ditnarkoba dan di SDM Polda Malut," ucap Hendry. (MUD)

 

Berita Terkait