Sabtu, 20 Oktober 2018 | 10:07:39 WIB

HUT Ditlantas Ke-63, Dirlantas Polda Malut Ajak Masyarakat Patuhi Berlalu Lintas

Selasa, 25 September 2018 | 19:46 WIB
HUT Ditlantas Ke-63, Dirlantas Polda Malut Ajak Masyarakat Patuhi Berlalu Lintas

(FOTO: MAHMUD/LINDO)

TERNATE, LINDO - Direktorat Lalu-Lintas (Ditlantas), menggelar olaraga bersama dan syukuran dalam rangka hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-63 tahun 2018. Yang bertajuk "Dengan Semangat Promoter, Polantas Mengimplementasikan Road Safety Melalui E-Policing Menuju Zero Accident", yang berlangsung dihalaman kantor Mapolda Malut, Selasa (25/9).

Kegiatan tersebut dihadiri seluruh pejabat utama (PJU) ditingkat Polda, maupun anggota baik lalu lintas dan satuan lainya yang dibuka langsung oleh Kapolda Malut, Brigjen (Pol) Muhammad Naufal Yahya.

Direktur Lalu-Lintas (Dirlantas) Polda Malut, Kombes (Pol) Muji Ediyanto saat dikonfirmasi Liputan Indonesia.news.com  usai kegiatan mengatakan, dalam usia ke-63 tahun 2018 ini, Ditlantas Polda Malut memiliki program diantaranya program untuk menyelamatkan manusia dari pelanggaran di jalan raya sekaligus mengurangi angka totalitas kecelakaan yang mengakibatkan korban baik luka ringan, berat hingga meninggal dunia.

“Pada intinya program menyelamatkan manusia itu, kita hanya menginginkan masyarakat untuk bisa merasakan nyaman dan selamat di jalan raya,” ungkap Muji.

Muji menambahkan, untuk menurunkan tingkat fatalitas korban, pihaknya selalu menekankan kepada seluruh anggota baik Polda hingga di Polres jajaran untuk tetap melakukan kegiatan-kegiatan preemtif dan preventif  serta penegakan hukum

“Kita lihat sekarang, alhamdulillah banyak masyarakat yang sudah mulai sadar menggunakan helemdan hal itu terlepas dari kesadaran sendiri ataukan terpaksa dilakukan,” ujarnya.

Tingkat kesadaran yang mulai tuumbuh di masyarakat terkait dengan pentingnya helem lanjut orang nonmor satu di Ditlantas Polda Malut, bukan hanya terlihat di wilayah hukum polres Ternate saja, melainkan juga terjadi di beberapa kabupaten dan kota yang ada di wilayah Malut.

"Dengan kesadaran ini tentunya perlu dijaga dan dipelihara dan terus tingkatkan karena dengan menggunakan helm juga merupakan satu faktor untuk menurunkan tingkat fatalitas korban luka ringan, berat hingga meninggal dunia yang selama ini terjadi,” tuturnya sembari menambahkan, faktor utama yang tidak menggunakan helm di jalan raya adalah meninggal dunia.

Untuk data pelanggaran sendiri, Dirlantas mengaku bukan merupakan kesalahan dari masyarakat semata, malainkan proaktif dari anggota, karena jika pelanggaran itu banyak maka sebenarnya polisi telah aktif, untuk itu yang menjadi penekanan adalah polisi saat ini mau aktif ataukah tidak dalam menjalankan tugasnya.

“Pelanngaran disekitar cukup banyak, kalau polisi membiarkan maka pelanggaran itu akan turun, tapi kalau polisinya aktif dan peduli maka jumlah pelanggaran juga akan meningkat,” paparnya lagi.

Dirinya mengaku, polisi yang peduli adalah polisi yang benar-benar memahami arti dari tujuan penegakan hukum diantaranya menurunkan tingkat kecelakaan lalu-lintas dan fatalitas korban, mencegah terjadinya kecelakaan lalu-lintas, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan sepenuh ati, edukasi serta penegakan hukum.

“Makanya kita sangat berharap kepada seluruh masyarakat khususnya pengguna jalan aktif untuk sama-sama tidak takut dengan polisi namun takutlah pada aturan yang berlaku, karena satu peklanggaran saja bisa menimbulkan korban jiwa baik diri sendiri maupun orang lain,” tukasnya.  (MUD)

 

Berita Terkait