Kamis, 22 November 2018 | 01:53:19 WIB

BNI Percepat Pemulihan Pelayanan di Sulteng

Minggu, 30 September 2018 | 19:18 WIB
BNI Percepat Pemulihan Pelayanan di Sulteng

BNI lakukan percepatan pemulihan layanan di lokasi terdampak Gempa Sulteng. (FOTO: TRIBUN/LINDO)

JAKARTA, LINDO - PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) mempercepat pemulihan pelayanan di kantor-kantor cabang yang terkena dampak bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk meringankan beban korban bencana.

Untuk tahap awal, BNI berhasil mengoperasikan kembali 12 mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Palu dan sekitarnya yang sebelumnya terganggu akibat terkena dampak bencana gempa bumi dan tsunami, kata Corporate Secretary BNI Kiryanto dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (30/9).

Kiryanto menjelaskan pascabencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan sekitarnya, beberapa kantor cabang dan ATM BNI turut terkena dampaknya.

Namun, BNI segera memulihkan pelayanan di kantor-kantor cabang dan ATM tersebut sesegera mungkin, sehingga pada pukul 14.00 WIB, Minggu (30/9) sebanyak 12 ATM telah dapat beroperasi kembali.

"Kami pun tengah menyiapkan kembali beberapa kantor cabang agar beroperasi lagi Senin (1/10), yaitu Kantor Cabang Utama Palu, tiga kantor cabang pembantu di Kota Palu, dan 4 mobil layanan gerak. Pelayanan juga dapat diberikan di Kantor Cabang Utama Parigi dan 3 kantor cabang pembantu lainnya," ujar Kiryanto.

Kiryanto menambahkan BNI menyatakan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah gempa bumi dan gelombang tsunami yang menerjang Kota Palu dan beberapa kawasan lainnya di Sulteng.

Saat ini, BNI tengah mengidentifikasi dampak bencana tersebut terhadap operasional BNI di kota-kota tersebut, termasuk untuk mengetahui bantuan-bantuan yang sangat diperlukan para korban di saat masa tanggap darurat ini.

"Kami berharap para korban dan keluarganya dapat kembali pulih. BNI tengah menyiagakan bantuan-bantuan tanggap darurat yang sedang diupayakan tiba di lokasi bencana sesegera mungkin," katanya.

Pada tahap pertama BUMN itu memulai dengan mengirimkan 360 selimut, 400 handuk, 600 potong pakaian, 12 set tenda berukuran besar.

"Bantuan akan kami tambah seiring dengan membaiknya akses pengangkutan ke lokasi bencana," kata Kiryanto. (ANT)

 

Berita Terkait