Rabu, 24 Oktober 2018 | 12:33:54 WIB

Komandan Pusterad : Warga Negara Wajib Jaga Keutuhan Bangsa

Selasa, 2 Oktober 2018 | 21:57 WIB
Komandan Pusterad :  Warga Negara Wajib Jaga Keutuhan Bangsa

(FOTO : PUSTERAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) Mayjend TNI Hartomo melakukan Komunikasi Sosial (Komsos) dalam rangka Asistensi Teknis Penyelenggaraan Komsos kepada seluruh anggota Korem 031/Wira Bima (WB) dan tamu undangan, di Aula Makorem 031/WB, Kota Pekanbaru, Propinsi Riau, Selasa (2/10).

Hadir dalam acara tersebut, Kasrem 031/WB, para Kasirem 031/WB, Perwakilan Polda Riau, Lanud RSN, LAM, segenap Komponen Ormas Kemasyarakatan dan Ormas Kepemudaan.

Sebelum Danpusterad memberikan sambutan, terlebih dulu Komandan Korem (Danrem) 031/WB Brigjen TNI Sonny Aprianto mengucapkan selamat datang kepada Komandan Pusterad (Danpusterad)  beserta rombongan dan tamu undangan.

Danpusterad Mayjen TNI Hartomo dalam sambutannya menyampaikan, menjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang didalamnya terdapat Pancasila, Menghargai Demokrasi yang ada di negara RI.  

“Hal ini dapat kita mulai dari lingkungan yang paling kecil yaitu Keluarga. Serta menjaga Keutuhan NKRI, Melindungi Keutuhan dan Kedaulatan NKRI, melaksanakan Pembinaan Teritoril (Binter) dan Komsos dengan Komponen bangsa lainnya sampai tingkat bawah,” terang Mayjen TNI Hartomo.

Menurutnya, diwajibkan setiap Warga negara harus bisa mewaspadai setiap ancaman yang ada di sekeliling nya, baik itu kriminalitas, bencana alam, faham Radikalisme, separatisme, terorisme, Narkoba dan yang lainnya.

Bahkan kata Danpusterad, yang paling berbahaya saat ini yaitu sudah adanya indikasi berkembangnya Komunis di Indonesia dan ini sudah mulai berkembang di kalangan masyarakat.  Hal ini berdasarkan ditemukannya beberapa buku, bendera, kaos yang menggunakan lambang Komunis.  “Hal ini harus kita cegah karena Komunis tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945," tegas Mayjen TNI Hartomo dihadapan peserta Komsos.

Mayjen TNI Hartomo mengharapkan, Media Sosial (Medsos) yang merupakan kemajuan teknologi, namun sering dijadikan sebagai sarana penyebaran berita yang tidak benar atau tidak tepat, dan dijadikan sebagai sarana Hoax yang dapat menyebabkan perpecahan di masyarakat.

"Mari kita semua yang hadir di ruangan ini dapat mensosialisasikan tentang Medsos dengan baik dan benar.  Disintegrasi bangsa jangan sampai terjadi di NKRI dengan adanya hal-hal yang saya sampaikan  tersebut," ujarnya.  (ARMAN R)

Berita Terkait