Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:54:53 WIB

Kasad Pimpin HUT Ke-73 TNI di Merauke

Jum'at, 5 Oktober 2018 | 18:24 WIB
Kasad Pimpin HUT Ke-73 TNI di Merauke

Kapala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono memimpin Upacara Peringatan HUT ke-73 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Bandara Mopah Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, Rabu (5/10/2018). (FOTO: PENDAM TANJUNGPURA/LINDO)

MERAUKE, LINDO - Kapala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono memimpin Upacara Peringatan HUT ke-73 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Bandara Mopah Kabupaten Merauke, Provinsi Papua,  Rabu (5/10). Peringatan HUT Ke-73 TNI yang digelar di Merauke ini bagi masyarakat Papua merupakan suatu hal yang luar biasa karena dipimpin oleh Kasad Jenderal TNI Mulyono dan dihadiri para petinggi  TNI dari ketiga Matra.

Panglima TNI dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Kasad Jenderal TNI Mulyono mengucapkan selamat hari Ulang Tahun ke-73 kepada seluruh prajurit TNI dimanapun bertugas. Pada awal amanatnya, Panglima TNI mengajak seluruh komponen bangsa untuk mendoakan para korban bencana alam gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah dan juga korban gempa di Lombok.

Dikatakan Panglima TNI, bahwa TNI bersama-sama berbagai kompenen bangsa lainnya telah bekerja bahu-membahu sekuat tenaga untuk meringankan beban para korban bencana alam, TNI telah mengerahkan personel dan Alutsistanya untuk memberikan bantuan dan pertolongan pertama, melaksanakan evakuasi, menyalurkan bantuan, melakukan pengamanan dan memulihkan sarana dan prasarana secara bertahap.

Diungkapkan Panglima TNI, yang dilakukan TNI di lokasi bencana baik pengerahan personel maupun Alutista merupakan sebagian bentuk dari Profesionalitme TNI. Oleh karena itu sangat tepat apabila peringatan HUT ke-73 TNI ini mengusung tema “Profesionalisme TNI Untuk Rakyat”.

“Tema singkat ini mengandung makna bahwa TNI senantiasa ditingkatkan profesinalitasnya melalui berbagai pendidikan, latihan, persenjataan,  Alutisista serta dipenuhi kesejahteraannya oleh negara semata-mata untuk seluruh rakyat Indonesia”, ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Diungkapkan Panglima TNI, sebagai alat negara, tugas TNI tidak terlepas dari berbagai tantangan saat ini dan masa depan yang semakin kompleks. Perkembangan politik dan ekonomi serta teknologi global telah menciptakan ruang  atau dimensi dan metode peperangan baru.

Krisis ekonomi yang diikuti dengan percaturan politik global membawa ketidakpastian dan kekhawatiran dalam menjangka prospek masa depan. Ketidakpastian akbibat krisis ekonomi dan kepemimpinan global yang dikatalisasi oleh disrupsi teknologi membawa perang  tidak lagi terbatas (restricted war) dalam suatu batas teriotial.  

“Perang menjadi tidak terbatas (unrestricted war) masuk ke berbagai dimensi seperti perang ekonomi, perang dagang, perang hukum, perang siber, perang opini dan bahkan akhir-akhir ini kita menyaksikan adanya perang mata uang di berbagai negara, “ ungkap Panglima TNI.

Peringatan HUT Ke-73 TNI di Merauke ini juga dimeriahkan dengan tarian adat Papua, demo beladiri prajurit TNI, pemotongan tumpeng ulang tahun dan  penyerahan rekor Muri pemecahan hebel terbanyak dengan sekali pukulan oleh prajurit TNI. Kasad juga mengikuti tari  Gemu Famire bersama kelompok Wanita TNI dan Polri  serta menampikan beberapa Alutista modern yang dimiliki oleh ketiga Matra.

Pada hari sebelumnya saat tiba di Merauke, Kasad disambut oleh Pangdam XVII/Cen Mayjen TNI George Elnadus Supit, Bupati Merauke Frederikus Gebze dan sejumlah Perwira Tinggi TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Polda Papua serta Pejabat Pemda, tokoh masyarakat dan ratusan warga Merauke yang ingin melihat langsung Jenderal TNI Mulyono dari dekat.

Selain itu Kehadiran Jenderal TNI Mulyono juga disambut dengan upacara adat yang dipimpin oleh ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Merauke  Ignatius Ndiken. Dengan busana adat Merauke yang khas didukung oleh postur tubuh yang tinggi besar Ignatius Ndiken yang merupakan pensiunan Polri ini tampak gagah dan berwibawa siap menyambut Kasad. Setelah saling sapa dengan kalimat-kalimat penyambutan dan ucapan selamat datang, Ndiken menyematkan simbol-simbol adat berupa kalung adat dan mahkota burung Kasuari sebagai lambang penghormatan kepada tamu besar yang datang ke kota ini.

“Ini adalah wujud suka cita masyarakat merauke menyambut kehadiran tamu-tamu terhormat yang datang ke kota Merauke khususnya rombongan KASAD. Sekaligus merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi rakyat Merauke karena TNI milih daeranya sebagai pusat perayaan HUT TNI ke 73 tahun ini, “ ujar  Ndiken menyampaikan kesannya kepada media dan tamu-tamu rombongan Kasad. (PENDAM TANJUNGPURA)

 

Berita Terkait