Kamis, 13 Desember 2018 | 12:01:56 WIB

Danpusterad : Profesionalisme TNI Untuk Rakyat

Sabtu, 6 Oktober 2018 | 19:48 WIB
Danpusterad :  Profesionalisme TNI Untuk Rakyat

(FOTO : PUSTERAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) menggelar Upacara Peringatan ke - 73 Tentara Nasional Indonesia (TNI), di lapangan Upacara Markas Pusterad, Jalan Setu-Cipayung, Jakarta Timur (Jaktim), Jumat (5/10).

Upacara tersebut dihadiri Wakil Komandan (Wadan) Pusterad Brigjen TNI Joko Warsito, Sekretaris Pusterad Kolonel Inf Toto Nurwanto, Ir Pusterad, para Staf Ahli, para Direktur Pusterad, Dansatintelter Kolonel Inf I Made Riawan, S. Psi., dan diikuti seluruh personel jajaran Pusterad.

Komandan Pusterad Mayjen TNI Hartomo bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) yang berlangsung secara tertib, hikmat, dimulai tepat pukul 07.00 WIB.

Komandan Pusterad (Danpusterad) membacakan amanat Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. mengatakan, upacara tahun ini dilaksanakan secara serentak dari Sabang sampai Merauke secara sederhana namun khidmat seraya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar meringankan beban yang menimpa saudara-saudara kita di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong.

Demikian pula beban yang masih diderita saudara-saudara kita di Lombok. Semoga apa yang telah kita lakukan bersama, baik dalam bentuk bantuan secara fisik yaitu personel, alutsista yang dikerahkan maupun dukungan doa, dapat meringankan musibah dan mempercepat upaya pemulihan tersebut.

Panglima TNI lebih jauh mengatakan, TNI sebagai satuan yang siaga di masa damai, harus membantu Pemerintah menanggulangi bencana yang terjadi di berbagai daerah.

Pada tahun ini, TNI telah terlibat dalam penanggulangan bencana di berbagai daerah, seperti kejadian luar biasa gizi buruk di Asmat - Papua, letusan gunung Agung di Bali, kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera, gempa bumi di Lombok, dan saat ini gempa bumi di Palu. Apa yang dilaksanakan di lokasi bencana, baik pengerahan personel maupun alutista, adalah sebagian dari bentuk profesionalisme TNI.

Oleh karenanya, sangatlah tepat apabila peringatan Hut TNI Ke-73 tahun 2018 ini, mengambil tema "Profesionalisme TNI Untuk Rakyat".

TNI juga turut serta dalam menjaga perdamaian dunia dengan mengirimkan pasukan Garuda dalam misi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ke berbagai negara sebagai bentuk partisipasi negara dalam mewujudkan perdamaian dunia. Kiprah TNI dalam berbagai bentuk penugasan, baik di dalam maupun luar negeri, membentuk TNI menjadi postur yang disegani.

Tugas lain yang tidak kalah pentingnya menurut Panglima TNI, adalah membantu Pemerintah dalam mengatasi aksi terorisme, penegakan hukum di laut, pengamanan wilayah udara, serta terlibat dalam pengamanan even-even strategis nasional dan internasional, seperti pengamanan Asian Games, Asian Para Games dan pengamanan sidang tahunan IMF-World Bank di Bali.

Tantangan masa kini yang juga perlu mendapatkan perhatian adalah hirup-pikuk kehidupan politik dan demokrasi bangsa Indonesia. Namun demikian diharapkan proses demokrasi tersebut tidak menimbulkan ancaman disintegrasi bangsa.

Panglima TNI juga kembali mengingatkan, dalam tugas-tugas selain perang, TNI juga terlibat dalam pengamanan pemilu. TNI berkomitmen untuk terus menjaga netralitas dalam pelaksanaan pemilu tahun 2019.

Kesuksesan pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 dan 2018, menjadi batu pijakan dalam pengamanan pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden tahun 2019. Salah satu kuncinya adalah tekad TNI untuk terus penjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjadi benteng bagi keutuhan NKRI.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa personel Pusterad juga menerima Tanda Kehormatan Satya Lancana dari negara, diantaranya Satyalancana Dharma Bantala kepada Letkol Caj. Drs. Enjang Suparman di mana telah mendharma baktikan diri kepada TNI Angkatan Darat (AD) secara paripurna dan telah memiliki tanda kehormatan Satyalancana kesetiaan 24 tahun.

Selain itu juga, diberikan Satyalancana Kesetiaan 8 tahun, 16 tahun, 24 tahun dan 32 tahun kepada perwakilan, yaitu Mayor Inf. Satrijono dan Kapten Cpl. I Nyoman Bawa, yang telah melakukan tugas dinas ketentaraan selama 8 tahun, 16 tahun, 24 tahun dan 32 tahun penuh secara terus menerus dan setia dengan bekerja bersungguh-sungguh tanpa cacat.

Penganugerahan tanda kehormatan yang ditanda tangani melalui Surat Keputusan (SK) Presiden ini, juga diberikan Tanda Kehormatan Bintang Kartika Eka Paksi kepada Kapten Inf. Purwanto yang telah menunjukkan kemampuan, kebijaksanaan dan jasa luar biasa melebihi panggilan kewajiban untuk kemajuan dan pembangunan TNI AD tanpa merugikan tugas pokoknya.

Penganugerahan tersebut disematkan langsung oleh Komandan Pusterad (Danpusterad) Mayjen TNI Hartomo kepada perwakilan penerima Penganugerahan. (ARMAN R)


 

Berita Terkait