Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:51:21 WIB

BBPPK Dan PKK Lembang Ciptakan Barista Berkompeten

Kamis, 11 Oktober 2018 | 15:07 WIB
BBPPK Dan PKK Lembang Ciptakan Barista Berkompeten

Kepala BBPPK dan PKK Lembang, Nana Mulyana (tengah depan). (FOTO : SUARAAKTUAL/LINDO)

LEMBANG, LINDO - Berprofesi sebagai Barista (pembuat/penyaji Kopi) saat ini menjadi profesi yang menjanjikan untuk masa depan, seiring dengan bisnis kedai dan kafe kopi semakin berkembang pesat di Indonesia.

 

Untuk menjawab kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) Barista, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Besar Pengembangan Pasar dan Perluasan Kesempatan Kerja (BBPPK dan PKK) Lembang, setiap tahunnya melatih calon Barista, yang bertujuan memberikan pengetahuan dan bekal dasar menjadi Barista yang diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja baru.

 

Kepala BBPPK dan PKK Lembang Nana Mulyana kepada Lindo mengatakan, pelatihan Barista ini dimulai pada 2016 yang diikuti sebanyak 100 orang, dan pada 2017 diikuti 1.100 orang 

 

"Peminat pelatihan Barista ini banyak sampai ribuan orang, namun karena keterbatasan anggaran, kami batasi jumlah peserta pelatihan ini," ungkap Nana Mulyana, di Kantor BBPPK dan PKK Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar), Kamis (11/10).

 

Dengan munculnya barista-barista baru yang kemungkinan besar tertarik membuka kafe kopi, diharapkan akan memberi efek baik bagi terserapnya pasar kerja baru.

 

Nana menjelaskan, untuk menjadi Barista yang berkompeten, Barista bisa mengikuti uji kompetensi di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Barista BBPPK dan PKK Lembang, dengan dua syarat yang telah ditentukan, yaitu benar yang mengikuti uji kompetensi adalah Barista dan Barista tersebut sebagai pemilik Cafe atau kedai Kopi.

 

"Jika Barista ingin ikut uji kompetensi di LSP kami yang khusus untuk uji kompetensi Barista, maka dia memang betul seorang barista, yang juga sekaligus sebagai pemilik cafe. Jika tidak memiliki kedua ini, maka tidak bisa mengikuti ujian ini," tegas Nana.

 

Jika benar seorang Barista tambahnya, dibuktikan ada surat keterangan tempat dilatih sebagai Barista. Jika pemilik cafe atau kedai kopi dibuktikan dengan surat keterangan pemilik cafe dari Dinas Perdagangan. 

 

Maka tidak heran kata Nana, dari 1.100 Barista yang telah mengikuti pelatihan, hanya 100 orang yang lulus uji kompetensi sebagai Barista yang berkompeten. (ARMAN R)

Berita Terkait