Rabu, 21 November 2018 | 19:29:41 WIB

Taufiqurrahman, Bocah Yang Viral Dengan Lagu Palu Berduka Ingin Menjadi Tentara

Kamis, 18 Oktober 2018 | 21:22 WIB
Taufiqurrahman, Bocah Yang Viral Dengan Lagu Palu Berduka Ingin Menjadi Tentara

(FOTO : DISPENAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter yang menghancurkan Kota Palu, Sulawesi Tengah, akhir September lalu, menyisakan sejuta kisah pilu. Seorang bocah yang rumahnya ikut menjadi korban gempa bumi dan tsunami tersebut, mendadak menjadi viral karena dengan penuh penghayatan menyanyikan lagu Palu Berduka, membuat kita terhanyut dalam kesedihan yang mendalam.

Adalah Taufiqurrahman, bocah kecil yang berusia 8 tahun menceritakan bagaimana dirinya menyelamatkan diri bersama keluarganya akibat terjangan gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu dan sekitarnya.

Bahkan rumahnya juga ikut menjadi korban, sehingga dirinya bersama keluarganya pun tinggal di camp pengungsian yang didirikan Batalyon Arhanud 16/SBC Divif 3 Kostrad.

Satgas penanggulangan bencana alam Divif 3/DCY Kostrad pun mengunjunginya di camp pengungsian Divisi 3/Kostrad Kelurahan Taipa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (17/10).

Pada kunjungan tersebut, Taufiqurrahman yang duduk di kelas III SD Inpres 6 Watuoge, menyatakan masih alami ketakutan (trauma) dengan kejadian yang menimpa dirinya dan keluarga, sehingga masih takut untuk kembali ke rumahnya dan merasa nyaman tinggal di camp pengungsian.

Meski rumah dan seisinya menjadi korban korban gempa bumi dan tsunami, anak bungsu dari tiga bersaudara ini mengaku bersyukur keluarganya tidak ada yang menjadi korban peristiwa tersebut.

“Saya senang karena bisa berkumpul dengan bersama bapak dan ibu serta kakak semuanya, karena banyak orang yang tidak seperti saya. Saya senang di sini (camp pengungsian), kalau kembali (ke rumah) takut,” tutur anak bungsu yang dipanggil Fiqur oleh ibunya.

Anak dari pasangan Simson dan Amnar ini ingin segara kembali sekolah dan belajar bersama teman-temanya, namun karena masih terbatas saat ini hanya bisa ikut dalam kegiatan belajar di sekolah sementara yang dibuat oleh Satgas di camp pengungisan.

“Saya ingin sekolah supaya pintar dan nanti kalau sudah besar ingin bisa membantu orang lain seperti om Tentara.  Saya senang sama om-om ini (Tentara). Nanti mau jadi Tentara juga,” harap Fiqur.

Ditempat yang sama, Amnar (ibunya Fiqur) sangat mendukung apa yang menjadi cita-cita sang bocah. “Keinginan itu berasal dari hatinya sendiri bukan dari kita orang tua. Harapan saya, kelak apa yang menjadi cita-citanya bisa tercapai,”ujarnya.

Mendengar hal tersebut secara langsung, Danyon Arhanud 16/SBC Letkol Arh Agung Rakhman pun turut senang dan memberikan motivasi, tidak hanya kepada Fiqur maupun keluarganya.

“Tugas Tentara itu berat resikonya, namun karena siap mengorbankan jiwa dan raganya untuk bangsa dan rakyat Indonesia maka menjadi Tentara itu sangat mulia. Jika Fiqur atau kakak-kakaknya mau jadi seperti kami, maka dari sekarang harus belajar yang rajin, tekun, taat dan membantu orang tua serta yang paling penting adalah doa dan restu orang tua kepada Allah SWT,” kata Agung.  ”Semoga apa yang menjadi cita-citanya dapat terkabul,”pungkasnya.

Camp pengungsian tempat tinggal Taufiqurrahman merupakan camp pengungsian kedua yang di buat oleh Batalyon Arhanud 16/SBC untuk merelokasi masyarakat yang terkena dampak langsung tsunami dan gempa bumi. Selain untuk tempat tinggal, di camp ini juga sudah dibuatkan fasilitas sekolah, sarana ibadah dan ruang bermain, meski sementara. (ARMAN R)

Berita Terkait