Kamis, 13 Desember 2018 | 18:47:23 WIB

13 Personel TNI dan Sahabat Peduli Indonesia Dirikan 15 MCK di Petobo Palu

Senin, 22 Oktober 2018 | 11:33 WIB
13 Personel TNI dan Sahabat Peduli Indonesia Dirikan 15 MCK di Petobo Palu

Sebanyak 13 prajurit TNI dari Batalyon Zeni Tempur 17/AD Kodam VI/Mulawarman yang dipimpin oleh Letda Czi Ahmad Nuradin yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) mendirikan 15 sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) di pengungsian korban bencana likuifaksi di Kecamatan Petobo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (20/10/2018).

 

Disela-sela saat peninjauan Letda Czi Ahmad Nuradin menyampaikan bahwa pembangunan 15 MCK ini didirikan di tiga titik block pengungsian, dimana setiap titiknya ada enam MCK untuk pengungsi pria dan sembilan MCK untuk pengungsi wanita. “Dalam pembangunan MCK ini Yonzipur 17/AD Balikpapan menurunkan dua alat berat, yaitu satu unit Exavator dan satu unit Dozer,” ujarnya.

 

“Pembangunan MCK ini juga dibantu oleh Sahabat Peduli Indonesia (SPI), dimana pembuatan MCK ini dilakukan oleh anggota TNI dan untuk material yang digunakan disediakan oleh SPI,” kata Letda Czi Ahmad Nuradin.

 

Lebih lanjut dikatakan Letda Czi Ahmad Nuradin, manfaat dari pembuatan sarana MCK selain membantu masyarakat yang terkena musibah, juga sebagai sarana untuk menjaga kesehatan dan kebersiahan lingkungan pengungsian, sehingga dapat membantu beban yang diderita oleh pengungsi. “Kita berharap kepada masyarakat disini agar bisa memanfaatkan dan merawat dengan baik sarana MCK yang sudah dibangun oleh TNI dan Sahabat Peduli Indonesia,” tuturnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Ibu Tri Clay perwakilan Sahabat Peduli Indonesia menyampaikan bahwa kami hadir disini berfokus kepada pengadaan air bersih, toilet dan nanti juga akan beralih ke pembuatan sekolah darurat, tetapi saat ini hanya berfokus kepada penyediaan air bersih dan toilet. “Sejak tanggal 11 s.d 20 Oktober 2018, kami bersama TNI sudah membangun 58 toilet dan MCK di 6 titik pengungsian,” katanya.

 

Ibu Tri Clay juga menambahkan, terus terang teman-teman kami yang di Pusat tidak percaya kami bisa membangun 58 MCK dalam waktu 1 minggu, karena kami dibantu oleh TNI yang bekerja secara cepat dan disiplin. “Kami pasang target dalam setiap pekerjaan dan itu bisa terpenuhi. Harapan kedepan kami akan terus bekerja sama dengan TNI, apabila ada tanggap darurat kita bisa bekerja sama lagi dengan TNI dimanapun juga,” imbuhnya. (Mad/Puspen TNI)

Berita Terkait