Rabu, 21 November 2018 | 19:30:05 WIB

MBBI, Upaya Kemhan Tingkatkan Kerjasama Pertahanan Dan Persahabatan Antar Negara

Selasa, 23 Oktober 2018 | 09:09 WIB
MBBI, Upaya Kemhan Tingkatkan Kerjasama Pertahanan Dan Persahabatan Antar Negara

Suasana Malam Bahasa dan Budaya Internasional yang digelar Kemhan. (FOTO : ARMAN/LINDO

JAKARTA, LINDO - Kementerian Pertahanan (Kemhan) melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Bahasa Badan Pendidikan dan Latihan Kementerian Pertahanan (Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan), kembali menyelenggarakan Malam Bahasa dan Budaya Internasional (MBBI), di Pusdiklat Bahasa Badiklat, Kemhan, Pondok Labu, Jakarta Selatan (Jaksel), Senin Malam (22/10).

 

Penyelenggaraan MBBI ke-17 tahun 2018 mengangkat tema “Exploring Cultural Diversity” (Mempelajari Keanekaragaman Budaya) dan mengangkat budaya Bali sebagai budaya lokal Indonesia yang akan ditonjolkan. 

 

Hadir pada acara tersebut, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu bersama sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan, Menteri Pariwisata Arief Yahya serta undangan lainnya yakni para Duta Besar dan Atase Pertahanan dari sejumlah negara sahabat.

 

Acara MBBI yang diselenggarakan setiap tahun dan bertepatan juga dengan bulan Oktober sebagai Bulan Bahasa ini, diselenggarakan dalam rangka mewujudkan salah satu visi dan misi Kemhan dalam upaya memelihara dan meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan dan persahabatan antar negara melalui pendekatan bahasa dan budaya. 

 

Di sisi lain, MBBI juga bertujuan untuk mendukung dan bersinergi dengan program Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam mempromosikan budaya Indonesia.

 

Sedangkan untuk para siswa sedang mempelajari bahasa di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan, kegiatan MBBI ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan budaya dan sebagai wahana untuk saling mengekspresikan pemahaman mereka terhadap bahasa dan budaya dari berbagai negara.

 

Kegiatan MBBI kali ini diikuti oleh seluruh siswa dari negara sahabat yang berjumlah 56 orang dari 15 negara, yaitu Australia, Bangladesh, China, India, Jepang, Korea, Malaysia, Myanmar,  Pakistan, Filipina, Srilangka, Singapura, Saudi Arabia, Thailand, Timor Leste dan siswa Indonesia sebanyak 156 orang yang sedang belajar Bahasa Inggris, Korea, Prancis, dan Rusia. 

 

Para siswa dari berbagai negara menampilkan budaya di atas panggung dan menyajikan kuliner negara mereka masing - masing di dalam stand - stand yang disiapkan. Demikian pula dengan siswa Indonesia yang akan menunjukkan kemampuan mereka akan penguasaan bahasa dan budaya dari bahasa yang negaranya sedang mereka pelajari.

 

Sedangkan untuk memperkenalkan budaya lokal Indonesia kepada siswa negara sahabat, ditampilkan budaya dan makanan khas (kuliner) Bali bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Bali. Dalam acara ini, akan ditampilkan beberapa tarian Bali yang akan dibawakan oleh para penari profesional dari Bali berkolaborasi dengan siswa dari Indonesia.

 

Selain itu, juga disuguhkan berbagai makanan dan minuman sebagai kuliner khas dari Bali. Akan terdapat sekitar 13 stand dari berbagai negara termasuk stand indonesia (Bali), yang dalam setiap standnya akan terdiri dari gabungan dua negara. 

 

Para undangan dan siswa menggunakan pakaian khas negara masing-masing, dan bagi undangan dari Indonesia akan menggunakan pakaian khas Bali sesuai budaya yang diangkat dalam acara ini.

 

Menhan Ryamizard Ryacudu dalam sambutan acara tersebut, sangat mengapresiasi kegiatan Malam Bahasa dan Budaya Internasional yang bertemakan “Exploring Cultural Diversity”, yang berarti Menggali Keberagaman Budaya. 

 

"Kemhan selalu berupaya untuk memelihara, meningkatkan dan mempererat kerjasama bidang pertahanan dengan negara-negara sahabat. Untuk melaksanakan kerjasama tersebut, dibutuhkan sarana komunikasi yakni bahasa yang dapat dimengerti oleh semua pihak. Hal ini penting dalam mempermudah  komunikasi, diplomasi, dan negosiasi dengan negara-negara sahabat. Untuk dapat menggunakan suatu bahasa dengan baik dan benar, kita harus mengenal budaya penutur bahasa itu sendiri," terang Ryamizard Ryacudu.

 

Menurutnya, bahasa dan budaya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dengan belajar bahasa, kita bisa terhindar dari kesalahpahaman saat berkomunikasi. 

 

"Saya tentunya percaya bahwa mempelajari bahasa sangat penting. Hal ini penting untuk kelancaran proses pendidikan. Oleh karenanya, melalui Malam Bahasa dan Budaya Internasional, para siswa bisa menunjukkan kemampuan bahasa yang diperoleh selama pendidikan disini. Kegiatan ini juga sekaligus sebagai promosi kebudayaan dari berbagai negara peserta pendidikan," ujar Menhan.

 

Pada acara Malam Bahasa dan Budaya Internasional Ke-17 Tahun 2018 saat ini, diikuti 17 negara, terdiri dari: Bangladesh, China, Filipina, India, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Prancis, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Sri Lanka, Thailand, dan Timor Leste.

 

Menhan menjelaskan, pada setiap kegiatan MBBI, Pusdiklat Bahasa Kemhan selalu memperkenalkan budaya Indonesia. Malam ini, Indonesia memperkenalkan Budaya Bali. Kesenian Bali yang ditampilkan adalah Tari Sekar Jagat, Tari Kecak, dan Joget Bumbung Bali. Selain itu, ditampilkan beberapa makanan dan minuman khas Bali. Hal ini merupakan bentuk dukungan dan sinergi yang diciptakan antara Kemhan dengan Kementerian Pariwisata dan Pemda Bali, dalam rangka mempromosikan pariwisata Indonesia umumnya dan pariwisata Bali khususnya.

 

Kegiatan seperti ini kata Menhan, tentunya diharapkan mampu menciptakan persahabatan yang erat diantara peserta pendidikan, sehingga tumbuh jalinan kebersamaan dan saling percaya satu sama lain melalui pendekatan bahasa dan budaya. 

 

"Melalui kegiatan MBBI seperti ini, diharapkan kita membangun persahabatan diantara kita, sehingga dapat hidup berdampingan secara damai. Persahabatan dapat dimulai dari memahami bahasa dan budaya suatu bangsa. Budaya bangsa mengandung nilai-nilai dan norma suatu bangsa, sebagian tercermin dalam ekspresi bahasa. Memahami bahasa dan budaya, akan semakin meningkatkan kebersamaan. Oleh karena itu, kegiatan ini saya nilai sangat penting dan positif untuk saling memahami bahasa dan budaya satu dengan yang lain," harapnya.

 

Kepada para siswa manca negara tambahnya, Menhan mengharapkan kesempatan siswa belajar disini digunakan sebaik - baiknya untuk mengenal sebanyak mungkin nilai-nilai budaya Indonesia. Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa dan budaya. Kesempatan bersekolah di Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan ini merupakan suatu hal yang patut disyukuri. 

 

"Sedangkan untuk siswa dari Indonesia, gunakan kesempatan ini juga untuk memperluas wawasan dan kekayaan ilmu anda tentang budaya luar dan gunakan kesempatan untuk membangun network. Bantu dan arahkan rekan-rekan dari mancanegara sehingga mereka tidak menemui kesulitan dalam memahami budaya bangsa Indonesia," ucap Menhan. (ARMAN R)

Berita Terkait