Selasa, 20 November 2018 | 23:27:33 WIB

Kontak Tembak Dengan Satgas Gakkum TNI-Polri, Dua Orang KKSB Tewas

Minggu, 4 November 2018 | 19:12 WIB
Kontak Tembak Dengan Satgas Gakkum TNI-Polri, Dua Orang KKSB Tewas

(FOTO : DISPENAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kontak tembak kembali terjadi antara Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Gabungan TNI-Polri dengan KKSB Pimpinan Porum Okiman Wenda (POW) pada Sabtu 3 November  2018, di Distrik Balingga, Kabupaten Lanny Jaya, Papua. Berita tersebut dibenarkan oleh Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasi Kolonel Inf Muhammad Aidi saat dikonfirmasi.

 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada 2 November 2018, di Kampung Wuyumbur, Distrik Balingga, Kabupaten Lanny Jaya, Papua, telah terjadi pembantaian secara biadab tak berprikemanusiaan, diduga oleh KKSB Pimpinan Porum Okiman Wenda terhadap tukang Ojek atas nama Yanwar (38 thn), yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan luka tembak, serta jenazahnya dibiarkan tergeletak di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

 

Pada 3 November 2018, Satgas Gakkum TNI-Polri dipimpin oleh AKBP Tonny Ananda Swadaya, SH (Kapolres Lanny Jaya) bersama masyarakat bermaksud menjemput jenazah korban dari TKP untuk dievakuasi ke RSUD Lanny Jaya selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga. 

 

"Kita bisa bayangkan korban warga sipil, seorang tukang ojek yang tak berdosa dibantai oleh KKSB secara biadab dan jenazanya masih tergeletak di TKP sejak kemarin, sehingga harus Kapolres yang langsung turun tangan memimpin pasukan TNI-Polri beserta masyarakat untuk melaksanakan evakuasi," ungkap Kolonel Inf Muhammad Aidi.

 

Sebelum berangkat lanjutnya, AKBP Tonny selaku pimpinan tim evakuasi terlebih dahulu melaksanakan briefing pasukan dalam rangka pembagian tugas, menyusun tekhnis dan taktis serta langkah-langkah khusus dalam rangka kelancaran proses evakuasi. 

 

Satu tim kata Kapendam, dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dipimpin oleh Lettu Inf Zulmi dengan jumlah 10 orang terlebih dahulu masuk kedudukan secara senyap dan menguasai ketinggian di sekitar TKP sebagai kelompok pengamanan.

 

Selanjutnya, tim evakuasi gabungan TNI-Polri dan masyarakat dipimpin langsung oleh Kapolres bergerak menuju TKP menggunakan tiga unit kendaraan roda empat. Namun pada saat proses evakuasi berlangsung, pada pukul 15.40 WIT, tim evakuasi tiba-tiba mendapatkan serangan tembakan oleh KKSB dari arah ketinggian sehingga kontak tembak tidak bisa dihindari. 

 

Rupanya KKSB pimpinan POW tidak hanya puas membantai rakyat yang tak berdosa, tetapi jenazah korban sekaligus dijadikan umpan untuk menjebak pasukan TNI-Polri agar dengan mudah dapat diserang pada saat sedang mengevakuasi korban.

 

Kelompok pengaman TNI berjumlah 10 orang pimpinan Lettu Inf Zulmi yang sebelumnya telah siap di atas ketinggian segera bergerak mendekati kedudukan KKSB. Terjadi kontak tembak yang cukup gencar hingga akhirnya KKSB berhasil dipukul mundur dan secara terpencar mereka melarikan diri ke arah hutan.

 

Sementara itu, tim evakuasi pimpinan Kapolres berhasil mengevakuasi jenazah korban almahrum Yanwar ke RSUD Tiom, Kabupaten Lanny Jaya dalam keadaan aman. Meskipun mendapatkan serangan gencar dari KKSB.

 

Berdasarkan laporan dari TKP, dengan mengidentifikasi suara tembakan yang dilancarkan oleh pihak KKSB Pimpinan POW, dan jejak yang ditinggalkan saat dilaksanakan penyisiran, diperkirakan KKSB berjumlah 50 orang lebih dengan persenjataan standar militer berbagai jenis.

 

"Saat dilaksanakan penyisiran ditemukan 2 orang anggota KKSB tewas di tempat dan berhasil di identifikasi bernama Gomes (Pengawal POW) dan Kulomabuk Wonda. Selain itu ditemukan dua pucuk senjata jenis SS 1 dan US Karabin serta sejumlah barang bukti, diantaranya ratusan butir munisi berbagai kaliber, tiga buah Handy Talky (HT), teropong, bendera bintang kejora dan lain-lain," terang Kolonel Inf Muhammad Aidi.

 

Dengan menganaliasa kejadian tambahnya, korban adalah seorang warga sipil, profesi tukang ojek dibantai secara biadab oleh KKSB, jenazahnya dibiarkan tergeletak di TKP sejak kemarin.  Dan saat gabungan TNI-Polri melaksanakan evakuasi, KKSB segera melancarkan serangan secara membabi buta kepada pasukan TNI-Polri dan masyarakat yang sedang melaksanakan evakuasi. Ini adalah cara-cara yang sangat biadab dan merupakan tindakan pengecut. 

 

"Mereka membantai rakyat yang tidak berdosa kemudian jenazahnya dijadikan umpan guna menjebak pasukan TNI-Polri," katanya. (ARMAN R)

Berita Terkait