Minggu, 22 April 2018 | 06:21:29 WIB

Keluarga Korban Harap Pemerintah Bantu Pulangkan Jenazah Ibunya

Jum'at, 29 Januari 2016 | 07:53 WIB
Keluarga Korban Harap Pemerintah Bantu Pulangkan Jenazah Ibunya

Anak korban, Yanto, menunjukkan foto Murti (baju hijau). (FOTO: MTV/LINDO)

MALANG, LINDO - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, Murti, menjadi korban kapal tenggelam di perairan Johor, Malaysia.

Murti warga Dusun Sumberjabon, Desa Segaran, kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang itu berangkat menggunakan kapal dari perairan Batam bersama sejumlah TKW lainnya menuju Johor. Korban berangkat dari rumah pada 21 Januari.

"Dari sini naik pesawat ke Batam dan dari Batam ke Malaysia menyeberang menggunakan kapal, tapi malah seperti ini," kata anak korban, Yanto, di Malang.

Kepastian meninggalnya Murti datang dari rekan kerja sesama TKW, setelah mengirimkan foto korban ke keluarga di kampung halaman. Murti sudah 20 tahun bekerja di luar negeri hingga memiliki depot makanan di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Kami sempat tak percaya jika ibu meninggal, tapi nomor identitas penduduk dan fotonya memperjelas dan membenarkan ibu adalah korban kapal tenggelam di perairan Johor," ungkapnya.

Yanto berharap pemerintah dapat segera memulangkan jenazah ibu kandungnya, dan dapat dimakamkan di tanah air.

"Kami mengharapkan bantuan pemerintah Jokowi untuk bisa memulangkan jenazah ibu saya dengan cepat ke tanah air," harapnya.

Kepala Dusun Sumberjabon, Abdurrahman, menyebut, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan perangkat desa, camat dan pemerintah daerah untuk bisa memulangkan jenazah.

"Kami upayakan yang terbaik, kami masih lengkapi berkasnya," jelasnya.

Pihak pemerintah daerah masih  terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam upaya pemulangan jenazah. Murti terdaftar sebagai TKW legal formal.

"Masih nunggu kabar dari pusat kejelasan pemulangan jenazah," ungkap Kasi Penempatan TKI Disnakertrans Kabupaten Malang, Sukardi. (MTV)

Berita Terkait