Kamis, 22 November 2018 | 01:31:33 WIB

TNI AL Turut Serta Dalam Pameran Internasional Indo Defence 2018

Rabu, 7 November 2018 | 20:44 WIB
TNI AL Turut Serta Dalam Pameran Internasional Indo Defence 2018

(FOTO : DISPENAL/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) ikut serta dalam penyelenggaraan pameran pertahanan Indo Defence 2018 yang digelar pada 7-10 November 2018.

Kegiatan Pameran Pertahanan Internasional dengan tema: "Building Global Defence Partnership to Secure World" dibuka langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres) H. Jusuf Kalla, didampingi Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu dan dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (7/11).

Indo Defence 2016 Expo & Forum merupakan kegiatan berskala internasional dalam bentuk pameran dan forum yang mempertemukan para pelaku bisnis dari seluruh dunia dengan pengguna industri pertahanan.

Kegiatan ini merupakan ajang promosi dan sosialisasi teknologi kemiliteran kepada para calon pengguna (user) dan masyarakat umum. Sebanyak 59 negara sahabat seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, Iran, Jepang, Tiongkok, Republik Korea, Arab, Belanda, Kanada, Swedia, Yunani, Prancis, Rusia, Ceko, Bulgaria, Polandia, dan Italia turut mendatangkan delegasi resminya untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Di tahun ini, sebanyak 867 peserta yang berasal dari 504 perusahaan asing dan 164 perusahaan dalam negeri memamerkan produk peralatan pertahanan dan keamanan dengan teknologi terkini. Salah satu produk perusahaan asing diantaranya dari Boeing Defence, Airbus Group, Rheinmetall, Rosoboronexport, Thales, dan Avibraz. Sedangkan untuk perusahaan dalam negeri antara lain PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT Len Industri, PT Pal Indonesia, dan PT Dahana.   

Dalam pameran tersebut TNI AL memamerkan berbagai materi pertahanan dari berbagai Kesatuan Angkatan Laut, diantaranya Pusat Hidro Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal), Korps Marinir, Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Laut (Dislitbangal), Komando Pasukan Katak Koarmada I, serta STTAL.  

Material yang dipamerkan oleh TNI AL, antara lain Buku-buku terbitan Dispenal yaitu Buku IFR, MNEK dan WPNS 2016, Jejak Langkah TNI AL, 71 Tahun TNI AL, TNI AL dalam Operasi Seroja di Timor Timur, Sejarah Alutsista TNI AL, MTF Unifil, Majalah Cakrawala TNI AL, Brosur Profil TNI AL. Selain itu juga memamerkan beberapa Maket Kapal Perang TNI AL.

Dislitbangal menampilkan Rigid Hull Alumunium Boat (RHAB), Depth Personal Vehicle (DPV), Swamp Boat, Underwater Guidance, Tank APC, dan  Jeep Angkut Serba Guna (Jesgu). Sedangkan STTAL menampilkan Fix Sono Buoy, Fix Wing Drone, papan luncur bermotor senyap, Alat pelontar tali buangan, pengukur pasang surut otomus, serta pendeteksi & penanda ranjau darat.  

Sedangkan Kopaska menampilkan enam senjata laras panjang dan lima senjata laras pendek, close circuit, sea rider rhib. Untuk materi outdoor Marinir menampilkan kendaraan Digital Direction Finder (DDF), dan Manekin Hidup.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilaksanakan Indo Defence International forum dengan tema “Ensuring Regional Stability Through Cooperation on Counter Terrorism” yang dibuka oleh Menhan Ryamizard Ryacudu dengan panelis Para Kepala Staf Angkatan dan peserta dari kalangan industri dan pejabat militer.

Selain itu juga dilaksanakan Formal meeting dan kunjungan kehormatan, antara Official Delegation dan industri pertahanan kepada Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji.

Penyelenggaraan pameran terbesar di Asia Tenggara ini, diikuti oleh Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, seluruh angkatan TNI  (AD, AL, dan AU). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai media yang strategis untuk mensosialisasikan produk-produk hasil inovasi lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) kepada masyarakat dan prajurit serta para mitra kerja kalangan industri.

Pada kesempatan tersebut, Wapres juga menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke stand pameran TNI AL dengan melihat langsung koleksi-koleksi yang dipamerkan.

Stand pameran TNI AL adalah stand yang paling banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai kalangan, baik dalam maupun luar negeri, diantaranya Panglima Tentera Laut Diraja Malaysia, Wakil Menteri Pertahanan Vietnam, Kasal Thailand, Australia Departement of Defence, Dubes RI Venezuela, Kasum TNI, Pangkoarmada II, Asrena Kasal, Ketua PPAL, Perwakilan Bakamla RI, dan Kemhan RI. (ARMAN R)

 

Berita Terkait