Rabu, 19 Desember 2018 | 08:43:32 WIB

PLN Pasok Listrik Kotabaru Lewat Bawah Laut

Rabu, 14 November 2018 | 10:29 WIB
PLN Pasok Listrik Kotabaru Lewat Bawah Laut

(FOTO: M BADRUN/LINDO)

KOTABARU, LINDO - Perushaan Listrik Negara (PLN-Persero) saat ini tengah membangun infrastruktur kelistrikan kabel bawah laut sebesar 150 kilo Volt (kV) yang menghubungkan sistem kelistrikan di provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Sistem Barito) dengan sistem kelistrikan di kabupaten Kotabaru. Acara penggelaran kabel laut secara resmi dimulai pada Selasa (13/11) kemarin.

Kehadiran kabel laut tersebut diharapkan dapat meningkatkan keandalan listrik di Kotabaru yang selama ini hanya mengandalkan suplai listrik dari PLTD dengan kapasitas 16,2 Mega Watt (MW).

Total konsumsi listrik di Kotabaru memang hanya 12 MW akan tetapi dengan sistem interkoneksi yang sedang dibangun PLN ini, nantinya masyarakat tidak lagi hanya mengandalkan PLTD, suplai utama kelistrikan di Kotabaru akan disuplai langsung dari Sistem Barito.

Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN Machnizon Masri mengatakan pemasangan kabel dalam laut dimulai dari landing point Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu sampai dengan landing point Pulau Laut di Kabupaten Kotabaru yang panjangnya mencapai 4 kilo meter sirkuit (kms) tersebut merupakan program strategis yang sudah direncanakan dan termasuk ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016 - 2025 guna memenuhi kebutuhan energi listrik di Kotabaru.

“Untuk menghubungkan sistem kelistrikan tersebut, PLN juga membangun infrastruktur kelistrikan lainnya yakni Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV dan Gardu Induk (GI),” kata Machnizon Masri saat meninjau langsung proses pekerjaan penggelaran kabel laut tersebut.

Total ada sebanyak 109 tower SUTT yang dibangun, 94 tower SUTT di Kotabaru dan 15 tower SUTT di Batulicin dengan total panjang jaringan 37,5 kms.

"Sedangkan GI dengan kapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA) dibangun di Batulicin dan Kotabaru," ujarnya.

Machnizon menjelaskan progres pembangunan SUTT sampai saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan dan pembangunan pondasi. Sedangkan status GI Batulicin saat ini sudah dapat dioperasikan, sementara itu GI Kotabaru masih dalam tahap pengujian dan siap dioperasikan pada akhir November tahun 2018.

“Pembangunan SUTT di Batulicin ditargetkan selesai dan siap untuk beroperasi pada Januari 2019, sedangkan SUTT di Kotabaru ditargetkan Bulan September 2019. Kami akan coba kejar agar tahun depan bisa selesai lebih cepat dari target yang telah kami canangkan,” jelas dia. (TRIBUN/BADRUN)

 

Berita Terkait