Senin, 17 Desember 2018 | 19:46:29 WIB

Berusaha Melarikan Diri, Residivis Kasus Curanmor Dilumpuhkan Polisi

Minggu, 18 November 2018 | 12:56 WIB
Berusaha Melarikan Diri, Residivis Kasus Curanmor Dilumpuhkan Polisi

Tersangka curanmor MS (20) saat menjalani perawatan medis. (FOTO: ALAM/LINDO)

TOLITOLI, LINDO - Residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di lumpuhkan dengan timah panas. Hal tersebut di lakukan karena saat di lakukan penangkapan oleh polisi, pelaku berusaha melarikan diri.

Penangkapan terhadap pelaku curanmor tesebut di lakukan berdasarkan pengembangan yang di lakukan oleh Satreskrim Polres Tolitoli atas terjadinya kasus curanmor yang terjadi pada Selasa (11/11) di lorong jombang, Kampung Kuda, Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, Tolitoli.

Kepada wartawan, Kapolres Tolitoli, AKBP Hendro Purwoko, Sik, MH menjelaskan kronologis kejadian terjadi pada Selasa (11/11) sekira jam 04.00 Wita. Pelaku mencuri motor yang sedang terparkir di teras depan rumah warga (korban).

"Mendapati motornya sudah tidak ada terparkir di depan rumahnya, kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Berdasarkan laporan tersebut tim Satreskrim Polres Tolitoli melakukan pengembangan penyelidikan," kata Hendro Purwoko, Jumat (16/11).

Menurut orang nomor satu di jajaran Polres Tolitoli itu, anggota Satreskrin Polres Tolitoli melakukan pengembangan untuk mencari keberadaan palu curanmor, alhasil pelaku dapat di amankan bersama satu unit motor honda beat sebagai barang bukti hasil curian pelaku.

"Pelaku berhasil di tangkap, dari identitas pelaku MS alias Sanip (20), warga Desa Lingadan, Kecamatan Dakopemean, Kabupaten Tolitoli. Diketahui pelaku merupakan residivis atas kasus yang sama pelaku di tangkap di Kelurahan Leok 11, kecamatan Biau, Kabupaten Buol sekitar pukul 17.00 Wita, Selasa (13/11). Saat di tangkap pelaku berusaha melarikan diri, akhirnya terpaksa kami lakukan melumpuhkan terhadap pelaku. Barang bukti yang berhasil di amankan berupa 1 unit kendaraan bermotor honda beat warnah putih tanpa nomor polisi dengan nomor mesin JM21E1384113-2027802, nomor rangka MH1JM2119HK3944944," ujar Hendro.

Hendro menambahkan, saat ini tersangka MS alias Sanip (20) di setelah menjalani perawatan medis langsung di amankan di Mapolres Tolitoli bersama barang bukti.

"Terhadap tersangka di sangkakan dengan Pasal 363 KUH pidana ayat (1)ke 4e KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," jelas Kapolres Tolitoli.

(ALAM)

Berita Terkait