Senin, 17 Desember 2018 | 19:36:16 WIB

Polres Tolitoli Rilis Sejumlah Kasus Pencurian dan Perampokan

Minggu, 18 November 2018 | 13:40 WIB
Polres Tolitoli Rilis Sejumlah Kasus Pencurian dan Perampokan

Kapolres Tolitoli, AKBP Hendro Purwoko Sik, MH, di dampingi Wakapolres Tolitoli, Kompol M NutAsjik, Sso dan Kasat Reskrim Polres Tolitoli saat menggelar konferensi pers, Jumat (16/11). (FOTO: ALAM/LINDO)

TOLITOLI, LINDO - Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Tolitoli merilis sejumlah kasus-kasus besar yang terjadi di wilayah hukum Polres Tolitoli. Sejumlah kasus yang berhasil di ungkap selama kepemimpinan AKBP Hendro Purwoko, Sik, MH, yang baru menjabat sebagai Kapolres Tolitoli itu adalah kasus pencurian dengan kekerasan hingga kasus pembunuhan.

Dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko menjelaskan bahwa, beberapa kasus diantaranya adalah kasus pencurian hanphone, kasus pencurian dengan kekerasan, kasus curanmor dan kasus pembunuhan. Kapolres juga menegaskan bahwa, terungkapnya kasus kasus tersebut berkat hasil pengembangan penyelidikan yang di lakukan dilapangan oleh anggota Polres Tolitoli.

"Setelah melakukan pengembangan penyelidikan anggota kami berhasil mengungkap beberapa kasus-kasus yaitu, kasus pencurian handphone yang terjadi pada 19 oktober 2018 di konter henpone Farhan Celuller dengan pelaku berinisial SB alias Ipul (30). Tersangka merupakan oknum Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Tolitoli," katanya.

Kronologis aksi pencurian terjadi pada awalnya pada tanggal 19 oktober 2018, sekira pukul 17.00 Wita. Tersangka pergi ke konter handphone Farhan Celuller untuk bertamu, sekitar pukul 21.00 wita,saat itu tersangka mengambil handphone yang sedang di cass yang di tinggal oleh korban di atas meja tanpa sepengetahuan pemilik henphon dengan mengambil henphon tersebut secara diam-diam, kemudian memasukan ke dalam saku celana pelaku.

"Keesokan harinya pelaku menujuh rumah temannya di Jalan S Panggesar untuk menggadaikan henpon hasil curian tersebut senilai 500 ribu rupiah. Pelaku SB alias Ipul berhasil di tangkap kemudian diamankan bersama barang bukti berupa henpon sony Experia Z3 warnah putih. Pasal yang di persangkakan yakni pasal 363 (1) ke 3e KUH pidana sub pasal 362KUH Pidana  dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," tegas Hendro Purwoko kepada sejumlah wartawan, Jumat (16/11) kemarin.

Hendro menambahkan, selain kasus tersebut pihaknya juga berhasil meringkus pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap sebuah mobil box milik salah satu perusahaan rokok. Empat orang di amankan, tiga di antaranya di tetapkan sebagai tersangka, sementara yang satunya sebagai saksi.

"Kasus pencurian dengan kekerasan (perampokan ) tersebut terjadi pada tanggal (12/11) sekitar pukul 12.00 Wita, mobil box yang di kendarai oleh Moh Irwan hendak menujuh ke Kabupaten Parigi Moutong. Dalam perjalanan sekitar pukul 13.00 Wita, tepatnya di Desa Kongkomos, Kecamatan Basidondo, mobil box tersebut di cegat oleh mobil Agya warna merah. Tiga orang turun dari mobil Agya tersebut langsung marah marah. Salah satu pelaku merampas kunci kontak mobil korban, kemudian pelaku membuka boks mobil serta memeriksa barang bawaan korban. Henpon milik korban bersama uang tunai 350 ribu rupiah raib. Saat itu juga korban langsung melapor ke pospol Polsek Basidondo," tandasnya.

Lebih lanjut Hendro mengungkapkan, Polsek Basidondo selanjutnya berkoordinasi dengan Polsek Dondo untuk melakukan penangkapan para pelaku. Alhasil para pelaku dapat di tangkap di Desa Tinabogan, Kecamatan Dondo pada Senin (12/11) sekitar pukul 15.00 Wita.

Para pelaku yang damankan saat ini adalah yakni, IR (32)  warga Kecamatan Dampal Selatan, AR alias mada (38) Warga Desa Lalombi, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Bur (34) warga Desa Bangkir, Kecamatan Dampal Selatan, dan SB (30), dari 4 orang yang di amankan, tiga pelaku di tetapkan sebagai tersangka, sementara 1 orang sebagai saksi.

"Dari 4 orang yang di amankan, 3 pelaku di tetapkan tersangka, IR (32), AR(38), bur, (34). Sementara SB (30) masih berstatus saksi. Karena di saat kejadian tidak ikut turun untuk melakukan aksi pencurian namun hanya tidur dalam mobil. Hal tersebut di benarkan oleh para tersangka lainnya. Pada saat para tersangka mengambil barang korban berupa handphone dan uang tunai, (SB) sempat menyarankan untuk mengembalikan barang-barang tersebut, namun tidak di indahkan oleh para pelaku," paparnya.

Dari para pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit mobil Agya merah ber nopol DN.1745 NH yang di pakai para pelaku, sebuah parang dan badik, kain penutup wajah, henpon merk Oppo F9 warnah biru hitam.

"Untuk ketiga pelaku, IR (32), AR (38), Bur (34) di tetapkan sebagai tersangka sejak 13 november 2018. Untuk tersangka IR (32) merupakan residivis kasus pencurian. Para tersangka di sangkakan dentaln pasal 365 ayat (2) ke 2e KUH pidana sub pasal 363 ayat (1) ke 4e KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," jelas Hendro.  

Dalam rilisnya yang di gelar di halaman Mapolres Tolitoli tersebut, di pimpin langsung oleh Kapolres Tolitoli, AKBP Hendro Purwoko, di dampingi Wakapolres Tolitoli, Kompol M Nur Asjik Ssos, dan Kasat Reskrim Polres Tolitoli AKP Esti Prasetyo Hadi SH, Sik.

(ALAM)

Berita Terkait