Kamis, 13 Desember 2018 | 18:40:57 WIB

Pemprov NTT Batalkan "Tour de Flores" 2018 di Kupang

Senin, 19 November 2018 | 15:08 WIB
Pemprov NTT Batalkan

Sejumlah anak menyaksikan para pembalap melintasi Desa Wolowea pada Etape Empat Balap Sepeda Tour de Flores (TDF) 2017 di Ende, NTT. (FOTO: SP/LINDO)

KUPANG, LINDO - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah membatalkan pelaksanaan kegiatan tur tahunan sepeda yang melintasi Pulau Flores (Tour de Flores) tahun 2018, dengan alasan pembiayaan.

Pembatalan tur tahunan yang sudah menjadi agenda tetap Kementerian Pariwisata ini, karena sebagian besar kabupaten di daratan Pulau Flores tidak mengalokasikan anggaran dalam APBD murni 2018, kata Kepala Bidang Destinasi Pariwisata pada Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Beni Wahon di Kupang, Senin (19/11).

"Kalau Tour de Flores 2018 sudah dibatalkan karena sebagian besar kabupaten di daratan Pulau Flores tidak mengalokasikan anggaran, untuk mendukung kegiatan itu," katanya.

Selain Tour de Flores, Tour de Timor 2018 yang direncanakan berlangsung Desember 2018 kemungkinan besar juga dibatalkan.

"Kalau Tour de Timor sesuai dengan arahan Pak Gubernur dengan pertimbangan persiapan belum matang, tetapi bisa dikonfirmasi langsung dengan pak Kadis," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Provins NTT Marius Jelamu mengatakan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur juga membatalkan pelaksanaan kegiatan tur tahunan sepeda yang melintasi Pulau Timor (Tour de Timor) tahun 2018, karena persiapannya dinilai Gubernur Viktor Laiskodat belum matang.

"Sesuai arahan Pak Gubernur Viktor Laiskodat, Tour de Timor tahun 2018 ini dibatalkan dengan pertimbangan persiapan yang belum matang," kata Kepala Dinas Pariwisata Provins NTT Marius Jelamu ketika dihubungi Antara di Kupang, Jumat (16/11).

Pemerintah NTT kata dia, menginginkan agar pelaksanaan Tour de Timor dipersiapkan lebih matang dengan melibatkan masyarakat di destinasi-destinasi wisata yang dilewati.

Masyarakat, lanjutnya, diharapkan lebih siap dalam mengembangkan dan mempertunjukkan berbagai potensi yang dimiliki seperti seni budaya, ekonomi kreatif, kuliner, dan lainnya sehingga bisa dinikmati peserta tur.

"Artinya semua daerah perlu dipersiapkan secara matang sehingga kegiatan ini juga mendatangkan keuntungan bagi masyarakat," katanya. (ANT)

 

Berita Terkait