Senin, 17 Desember 2018 | 19:29:14 WIB

Menpora Dorong Kompetisi eSports Tanah Air

Selasa, 4 Desember 2018 | 18:53 WIB
Menpora Dorong Kompetisi eSports Tanah Air

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (kanan) berbincang dengan Ketua Asosiasi E-Sports Indonesia (IeSPA) Eddy Lim (kiri) dalam pertemuan di Kemenpora, di Jakarta, Selasa. Menpora meminta IeSPA untuk mempersiapkan atlet-atlet eSports Merah-Putih guna mengikuti pertandingan dalam SEA Games 2019 di Filipina. (FOTO: Humas Kemenpora/ANTARA/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mendorong pertumbuhan kompetisi olahraga elektronik (eSports) di Indonesia menyusul penyelenggaraan kompetisi eSport sebagai cabang eksibisi dalam Asian Games 2018.

"Atlet eSports adalah atlet yang membela Merah-Putih sehingga perlu dibina dan diperhatikan fisik, mental, dan hal-hal lainnya. Pemerintah sangat mendukung penuh adanya kejuaraan eSport tingkat nasional bahkan internasional," kata Menpora Imam Nahrawi setelah menerima perwakilan Asosiasi E-Sports Indonesia (IeSPA) di Jakarta, Selasa (4/12).

Menpora menyatakan atlet-atlet eSports juga membutuhkan keseimbangan kebugaran fisik dengan otak karena mereka dituntut untuk sehat selama bertanding dan mampu menjaga konsentrasi.

"Pola makan dan kandungan gizi juga harus dijaga. Atlet-atlet eSports tidak boleh makan dan minum sembarangan karena mereka harus melakukan tes doping juga sebagaimana atlet-atlet lain," kata Menpora.

Ketua IeSPA Eddy Lim mengatakan para pemain eSports bukan sekedar pemain gim karena mereka harus menyeimbangkan kebugaran fisik dan otak.

"Para pemain eSports butuh kondisi fisik yang prima agar dapat berkonsentrasi dan  itu hanya didapat lewat latihan. Para pemain dituntut pintar dalam menyusun strategi. Mereka dituntut belajar logika dalam matematika," kata Eddy Lim.

Eddy mengakui permainan gim dalam jaringan (online) yang berbahaya bagi para pemainnya masih dapat diperdebatkan karena atlet eSports harus menjaga kesehatan dan konsentrasi mereka.

Selain Eddy Lim, pertemuan Menpora dengan perwakilan IeSPA itu juga dihadiri atlet eSports Indonesia Hendry Handisurya yang meraih medali perak dalam Asian Games 2018 pada nomor permainan "Hearthstone".

Indonesia, menurut Eddy, juga punya jasa besar dalam perkembangan eSports dunia karena menggelar turnamen dalam kejuaraan multi-cabang olahraga Asian Games 2018.

Eddy mengatakan forum-forum eSports internasional percaya eSports sebagai cabang olahraga akan semakin diakui setelah eksibisi dalam Asian Games itu.

Pada SEA Games 2019 di Filipina, eSports akan menjadi salah satu cabang resmi yang dipertandingkan. Pemerintah meminta IeSPA untuk mempersiapkan atlet-atlet terbaik mereka guna mengharumkan nama bangsa dalam kejuaraan internasional.

(ANT)

Berita Terkait