Senin, 17 Desember 2018 | 19:28:56 WIB

Tambang Emas Gunung Nona Longsor, Dua Orang Tewas

Rabu, 5 Desember 2018 | 06:52 WIB
Tambang Emas Gunung Nona Longsor, Dua Orang Tewas

Korban tewas. (FOTO: AAM/LINDO)

NAMLEA, LINDO - Kecelakaan kerja di lokasi tambang emas ilegal Gunung Nona, Desa Wapsalip, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, Maluku, pada Senin (3/12) yang mengakibatkan dua orang tewas dilokasi kejadian, satu orang luka berat, dan satu orang lagi mengalami luka ringan.

Menurut keterangam para korban yang selamat yang bernama Cecen Nurlatu, pada Senin (3/12) sekira pukul 22.00 Wit, empat korban sedang mencari material emas. Selanjutnya, Cecen Nurlatu dan Lempis Nurlatu masuk ke lobang galian terowongan dengan kedalaman sekitar 15 meter, kemudian kedua korban yang tewas atas nama Esu Suhendi dan Suparman saat itu berada di bibir tebing depan lubang.

Pada saat korban sedang bekerja mengambil material, terdengar suara longsoran tanah dari atas tebing. Kemudian terdengar suara orang  berlari. Setelah di kroscek oleh saudara Cecen Nurlatu, kedua korban atas nama Suparman sudah meninggal dunia karena tertimpa batu. Sedangkan Esu Suhedi juga nasib yang sama akibat tertimbun tanah longsoran.

Selanjutnya kedua orang korban tewas kami evakuasi dari timbunan dan di bawa ke Camp Tenda dilokasi milik bapak Manheng Nurlatu," kata Cecen.

Lebih lanjut, pada Selasa (4/12) sekitar pukul 05.00 Wit, ke empat korban dievakuasi untuk dibawa turun oleh rekan-rekannya melalui jalur bantaran sungai Waehedan, di Desa Wapsalit.

Sekitar pukul 10.15 Wit para korban sudah berhasil dievakuasi dan tiba di tempat tujuan evakuasi. Untuk korban tewas atas nama Suparman alias Alex setelah tiba di Desa Grandeng, sekitar pukul 12.30 Wit, langsung diadakan proses pemakaman secara agama Islam oleh Warga Desa Grandeng yang didampingi oleh babinsa dan babinkamtibmas setempat.

Sementara korban tewas Esu Suhendi sampe saat ini masih di semayamkan di rumah Irwanto di Desa Lele, untuk menunggu pihak keluarga dari Bogor menjemputnya untuk di bawa pulang dan dimakamkan di daerah asalnya di Bogor.

Sedangkan korban yang selamat, Lempis Nurlatu di evakuasi menuju puskesmas Waeapo untuk mendapat penangan medis. Sekitar pukul 15.00 Wit, korban di rujuk ke Rumah Sakit Umum di Desa  Lala, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru. Korban lain bernama Cecen Nurlatu kesehatannya membaik dan diperbolehkan untuk pulang.

Berikut identitas para korban di idenfikasi:

Nama : Suparman alias alex
Umur : 36 thun
Pekerjaan : Penambang
Agama : Islam
Alamat : Kendari sulawesi utara
Alamat tinggal :  Desa Grandeng, Kecamatan Lolongguba, Kabupaten Buru
Penyebab tewas : Patah kaki sebelah kanan dan luka lebam di bagian kepala, dada sebelah kiri dan punggung sebelah kiri.
korban dimakamkan di TPU Desa Grandeng, Kecamatan Lolong Guba, Kabupate Buru.

Nama : Esu Suhedi
Umur : 28 thn
Pekerjaan : Wiraswasta (Penambang)
Agama : Islam
Alamat : Kampung Lebak Sirna, Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat
Alamat tinggal : Desa Lele, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru
Penyebab tewas : Patah tulang di bagian bahu sebelah kiri dan darah keluar dari telinga kiri dan kanan.

Nama  :  Lempis Nurlatu
Umur  : 25 thn
Agama : Kristen Protestan
Pekerjaan  : Penambang
Alamat : Dsn. Waengapan Ds. Lele Kec. Lolong Guba Kab. Buru.
Saat ini sedang di rawat di Puskesmas Waeapo dan di diagnosa Sup Fraktur (patah tulang) tertutup paha sebelah kiri, selanjutnya akan di rujuk ke RSU Lala.

Nama : Cecen Nurlatu
Umur : 15 thn
Agama : Hindu animisme
Pekerjaan : penambang
Alamat : Dsn. Waengapan Desa Lele, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, Maluku. Korban mengalami luka ringan.

(AAM PURNAMA)

Berita Terkait