Senin, 17 Desember 2018 | 19:26:56 WIB

Danpusterad Gelar Komsos Kreatif Dengan Mahasiswa Dari Sabang Sampai Merauke

Rabu, 5 Desember 2018 | 20:34 WIB
Danpusterad Gelar Komsos Kreatif Dengan Mahasiswa Dari Sabang Sampai Merauke

(FOTO : PUSTERAD/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Tak tanggung-tanggung, Perwakilan mahasiswa dari seluruh tanah air dikumpulkan di Aula Gajah Mada, Markas Pusterad (Mapusterad),  Jalan Setu Cipayung, Jakarta Timur (Jaktim), Rabu (5/12) dalam rangka kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) Kreatif dengan mengangkat tema “Melalui Seni Budaya Bangsa Kita Mantapkan Kemanunggalan TNI - Rakyat Dalam Rangka Menjaga Kedaulatan NKRI", yang juga dihadiri unsur dari berbagai Kementerian.

Kegiatan menghadirkan Narasumber selain dari kalangan militer, juga diisi oleh Dr. Setiabudi, M.Sc yang sehari-hari sebagai Dekan Fisip Universitas Indonesia (UI), Riawan Karseno yang sehari-harinya sebagai Ketua Dewan Kesenian Jakarta, dan Prof. Bambang Shargy yang sehari-hari sebagai Ketua Program Study Ilmu Kesejahteraan Sosial Fisip UI serta Dr. Rasminto, M.Pd dari Universitas Negeri Jakarta sebagai moderator pada sesi tanya jawab.

Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) Mayjen TNI Hartomo pada pembukaan acara tersebut menyampaikan, dasar dari konsep jati diri Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) adalah mengedepankan Komsos yang humanis terhadap masyarakat, lingkungan dan budaya bangsa.

Menurutnya, Komsos Kreatif merupakan bentuk komunikasi sosial yang mampu menciptakan pesan kepada komponen bangsa melalui sarana/media seminar, serasehan, pentas seni dan budaya, olahraga, pameran, pemutaran film dan lain-lain.

"Melalui Komsos kreatif, potensi kearifan lokal dan budaya bangsa yang dimiliki daerah digunakan untuk memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat dan Ruang, Alat dan Kondisi Juang yang tangguh dalam rangka pertahanan negara aspek darat," terang Mayjen TNI Hartomo.

Komandan Pusterad (Danpusterad) nilai empati, kecintaan terhadap seni budaya dan kearifannya, mencintai sesama, dan menjaga ketentraman antar umat beragama, maka setengah dari tugas sebagai warga negara telah terpenuhi, maka kedepannya sama-sama mensejajarkan langkah dengan TNI dan berbagai elemen kehidupan berbangsa dan bernegara menjadikan Indonesia negara aman dengan toleransi yang sangat tinggi serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia akan dapat tercapai.

Menurutnya, potensi kekuatan kultural budaya, bermakna bagi prajurit TNI memiliki wawasan kebangsaan atas dasar kemajemukan kultur dan budaya bangsa sebagai basis berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar (UUD) 1945.

Pada kesempatan tersebut, Danpusterad mengajak para peserta, mendengarkan bersama presentasi dan pemaparan mengenai seni budaya bangsa dalam perspektif yang berkaitan dengan mencegah ancaman bangsa dan karakter jati diri bangsa serta pertahanan negara guna menjaga kedaulatan NKRI yang akan disampaikan oleh pembicara.

"Saya berharap forum ini dapat memupuk silaturahmi kita, mendapatkan wawasan dan pengetahuan tentang seni budaya bangsa yang dapat mengurai permasalahan bangsa dan mengoptimalkan kemanunggalan TNI-rakyat dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa guna  menjaga keutuhan NKRI," harapnya. (ARMAN R).

Berita Terkait