Minggu, 20 Januari 2019 | 22:37:56 WIB

Tujuh Anggota Polres Morotai Diajukan Dalam Sidang Kode Etik

Minggu, 23 Desember 2018 | 09:08 WIB
Tujuh Anggota Polres Morotai Diajukan Dalam Sidang Kode Etik

Suasana sidang kode etik terhadap tujuh anggota Polres Pulau Morotai. (FOTO: IMALUTCOM/LINDO)

MOROTAI, LINDO - Bagian Propam Polres Kabupaten Pulau Morotai, gelar Sidang kode etik, terhadap 7 orang anggota Polres Morotai yang diduga melanggar kode etik kepolisian RI dalam menjalankan tugas-tugas kedinasannya. Sidang kode etik berlangsung diruang sidang Polres, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Sabtu (22/12).

Sidang di gelar dengan agenda persidangan tuntutan terhadam tujuh orang anggota Polri,  Polres Pulau Morotai dengan ragam pelanggaran kode etik.

Teridentifikasi Empat orang anggota diduga melanggar kode etik karena lalai dalam menjalankan tugas sehingga tahanan melarikan diri, dua orang anggota tidak melaksanakan tugas dan satu orang pelimpahan dari Polres Halut terkait kasus senpi yang hilang.

Kasie Propam Ipda. Rudi Renuat, menjelaskan, dari ke tujuh tersangka menerima hukuman yang berbeda, yakni ada dengan hukuman kurungan, ditunda pendidikan dan gaji berkalanya serta penundaan kenaikan pangkat selama 6 bulan.

“Tujuh anggota polres yang disidangkan adalah, Briptu M Ikram, Bripda Mursid Nono, Briptu  Yogi, Briptu  Tio Harjuno, Bripda Risky, Briptu Ardi Duwila dan Brigpol Ricard Sumaredi,” ungkap Ipda Rudi Renaut, Sabtu (12/12).

"Hukumannya ada yang teguran, sampai dengan penundaan sekolah, serta ditempatkan ditempat khusus"

Dikatakan, dari ke-tujuh anggota yang melakukan pelanggaran etik tersebut, empat orang dihukum penundaan mengikuti pendidikn selama satu periode, satu orang kurungan 21 hari di tempat  khusus. satu orang penundaan gaji berkala dan satu orang hanya teguran tertulis.

Hal yang sama juga disampaikan Wakapolres Morotai Kompol drh Dedi. Wijayanto.SH, saat dikonfirmasi media ini, Sabtu (22/12). Ia mengatakan, dilaksanakan sidang kode etik bagi anggota yang melakukan pelangaran tindak disiplin, berupa teguran tertulis, penundaan gaji berkala, patsus dan penundaan kenaikan pangkat selama enam bulan.

Sementara Kapolres Pulau Morotai AKBP Mickael P Sitanggang, SIK, saat di konfirmasi melalui telepon selulernya, Sabtul (22/12) pukul 15.36 Wit, mengutarakan, bahwa ke-tujuh anggota tersebut, terkait dengan pelanggaran disiplin dalam bertugas.

“Hukumannya ada yang teguran, sampai dengan penundaan sekolah, serta ditempatkan ditempat khusus. Harapan saya, supaya anggota di tahun yang baru, lebih disiplin dan bertanggungjawab lagi dalam pelaksanaan tugas,” papar Kapolres.

(IMALUTCOM)

Berita Terkait