Rabu, 19 Juni 2019 | 12:13:04 WIB

Berakhir Adu Pinalti, PSM Taklukkan Tuan Rumah Persiter

Minggu, 23 Desember 2018 | 10:34 WIB
Berakhir Adu Pinalti, PSM Taklukkan Tuan Rumah Persiter

Laga Persiter Ternate versus PSM Makassar di lapangan Gelora Kieraha Ternate pada Sabtu (22/12) sore. (FOTO: ANTARA/LINDO)

TERNATE, LINDO - PSM Makassar akhirnya unggul atas tuan rumah Persiter Ternate, Maluku Utara (Malut), pada Sabtu (22/12) sore, dalam laga lanjutan babak 64 Piala Indonesia melalui drama adu pinalti setelah pertandingan 2x45 menit skor tetap imbang 3-3.

Dalam laga itu, PSM Makassar berhasil unggul terlebih dahulu atas tuan rumah melalui kaki pemain asal Ternate Zulham Zamrun di menit 20 setelah terjadi kemelut di depan gawang Persiter yang dikawal Ridwan Kasim.

Tidak lama kemudian, Zulham berhasil mencetak gol kedua melalui tendangan jarak jauh yang tidak bisa dibendung penjaga gawang, hingga babak pertama skor 2-0 untuk kemenangan PSM Makassar.

Di babak kedua, Pelatih Persiter mengubah skema menyerang dan terbukti di menit 64 Muhammad Givar Marsaoly mampu perkecil keunggulan PSM melalui titik pinalti, setelah Dedy Usman dijatuhkan di area pinalti.

Tidak lama kemudian pemain pengganti Chalil Prasti mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 namun Zulham mampu menambah kemenangan PSM 3-2, akan tetapi di akhir babak kedua, Muhammad Givar Marsaoly mampu menyamakan kedudukan 3-3 melalui tendangan jarak jauh dan wasit Sance Lawita meniup peluit babak kedua berakhir skor imbang 3-3.

Pertandingan yang disaksikan 12 ribu penonton memadati lapangan Gelora Kieraha Ternate berakhir adu pinalti antara kedua kedua tim dan PSM berhasil menang 6-5.

Asisten Manager PSM Makassar Andi Amiruddin dalam konfrensi pers mengaku puas atas kemenangan timnya meskipun melalui drama adu pinalti.

Menurut dia, Persiter Ternate tampil dengan permainan menyerang sehingga menyulitkan PSM Makassar berkembang, terutama di babak kedua sehingga tuan rumah mampu menyamakan kedudukan dengan skor 3-3.

Sedangkan, Pelatih Persiter, Qwetly Alweni mengakui kekalahan melalui drama adu pinalti karena pemain yang diturunkan menghadapi tim runner up Liga 1 Indonesia merupakan pemain-pemain muda di bawah 23 tahun dan minim pengalaman, sehingga, peluang untuk lolos ke babak 32 besar Piala Indonesia terhenti di kandang sendiri melalui drama adu pinalti.

ANT

Berita Terkait