Minggu, 20 Januari 2019 | 22:51:48 WIB

Manajer Semen Padang Mendukung Satgas Antimafia Bola

Sabtu, 5 Januari 2019 | 00:33 WIB
Manajer Semen Padang Mendukung Satgas Antimafia Bola

Satgas Antimafia Bola Mabes Polri memeriksa Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Risha Adi Wijaya selama 11 jam di Bareskrim Mabes Polri, Gedung Ombudsman, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/1). (FOTO: ANTARA/LINDO)

PADANG, LINDO - Manajer kesebelasan Semen Padang Win Bernadino mendukung keberadaan Satgas Antimafia Bola yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk membersihkan sepak bola Indonesia dari mafia bola.

"Saya pikir kehadiran satgas ini bagus untuk menyehatkan kompetisi sepak bola nasional dan juga upaya untuk memperbaikinya," kata dia di Padang, Jumat (4/1/2019).

Ia mengatakan mafia bola ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja namun juga terjadi di negara-negara lain bahkan Italia juga pernah tersangkut kasus mafia bola ini namun mereka berhasil keluar dari persoalan ini.

"Sebaiknya Satgas nantinya dalam membersihan mafia bola bukan sekedar mencari-cari kesalahan dari peristiwa yang terjadi tapi juga menawarkan solusi ke depannya," kata dia.

Dirinya berharap Satgas Antimafia Bola ini dapat memberikan angin segar bagi sepak bola nasional agar dapat berjalan dengan lebih baik dan setiap laga dapat berjalan dengan fair play.

"Kami berharap ke depannya tidak ada lagi kasus pengaturan skor, pengaturan pertandingan yang dapat merusak citra sepak bola nasional," kata dia.

Sebelumnya Satgas Antimafia Sepak Bola telah menetapkan empat tersangka untuk dugaan pengaturan skor pada Liga 2 dan Liga 3 musim 2018. Keempat tersangka itu, yakni anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng, mantan Komisi Wasit Priyanto beserta anaknya Anik Yuni dan anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto.

Keempat tersangka dijerat dengan pasal tindak pidana penipuan atau suap dan pencucian uang sebagaimana diatur Pasal 378 dan Pasal 372 KUH Pidana juncto Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

ANT

Berita Terkait