Jumat, 19 Juli 2019 | 07:04:56 WIB

Prostitusi Online Terbongkar, Siswi dan Mahasiswi Layani Remaja Hingga Pejabat

Minggu, 6 Januari 2019 | 20:01 WIB
Prostitusi Online Terbongkar, Siswi dan Mahasiswi Layani Remaja Hingga Pejabat

Ilustrasi - Prostitusi online di Kota Metro, Lampung terbongkar. (FOTO: IST/LINDO)

METRO, LINDO - Prostitusi online di Kota Metro, Lampung melibatkan pelajar dan mahasiswa. Sementara pelanggan prostitusi online di Kota Metro mulai dari remaja hingga kalangan pejabat pemerintah daerah. Kini, dua mucikari yang menggerakkan prostitusi online di Kota Metro sudah ditangkap aparat kepolisian.

Polres Metro mengungkap prostitusi online di wilayah setempat. Dua tersangka berhasil dicokok dari hasil penelusuran mendalam. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Ajun Komisaris Try Maradona menjelaskan, kasus ini terungkap berdasarkan hasil penyelidikan seminggu terakhir.

Pihaknya mengamankan sindikat prostitusi online pada 23 Desember 2018, yakni H (38) dan LR (23) warga Punggur, Lampung Tengah.

"Keduanya (H dan LR) bertindak sebagai mucikari. LR kami tangkap saat akan menawarkan seorang wanita kepada pelanggan di salah satu hotel di wilayah Metro Barat, Kota Metro," ujar Try mewakili Kapolres Metro, Selasa (25/12).

Pihaknya kemudian melakukan pengembangan dan mengamankan H. Saat ini polisi masih melakukan pengembangan dan penyelidikan untuk mengungkap jaringan-jaringan yang berkaitan dengan tindak pidana perdagangan orang.

"Mereka ini jaringan, karena keduanya saling menguntungkan. Pelanggannya bervariasi. Ada yang pelajar, mahasiswa atau wiraswasta. Pekerjanya juga tidak hanya di Metro, tapi ada juga di Lampung Tengah. Mereka tinggal panggil. Tentunya kami akan telusuri lebih mendalam lagi," katanya.

Adapun H mengaku telah menjalankan bisnis tersebut kurang lebih dua tahun. Dirinya mendapatkan keuntungan Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per orang. Tarif satu wanita yang ia tawarkan ke lelaki hidung belang sebesar Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu. Ia juga mengaku sudah memiliki enam anak didik yang sering ia tawarkan kepada para pelanggan.

"Kalau yang saya tawarkan ke pelanggan sudah pernah dipakai sama dia, ya saya cari lain dengan minta sama kawan. Nanti kawan kasih stoknya. Ya macam-macam. Ada yang minta pelajar ada juga mahasiswa," katanya.

H juga membeberkan, pelanggan yang kerap menggunakan jasanya mulai dari remaja hingga pejabat pemerintah daerah. Ketika ditanyakan siapa pejabat yang kerap meminta jasanya, ia hanya menyebut dua nama kabupaten di Lampung.

"Pejabat ada, tapi dari luar," terangnya.

Pengakuan serupa juga disampaikan LR. Ia bertugas sebagai pencari wanita yang mau diajak esek-esek. Tak jarang, bahkan dirinya juga kerap turun langsung untuk memuaskan nafsu para hidung belang.

"Kan mereka butuh, saya cuma bantu. Mereka butuh pemuas, saya butuh uang," pungkasnya.

Lebih dekat dengan Tribunlampung, subscribe channel video YouTube di bawah ini: Sejumlah masyarakat di Kota Metro meminta pemerintah bertindak tegas untuk mengeluarkan imbauan dan kebijakan larangan menginap bagi pasangan bukan suami istri.

"Ini sudah terungkap kan. Pemerintah harus tegas, kasih larangan hotel-hotel itu agar tidak mengizinkan pasangan yang bukan suami istri menginap satu kamar. Ubah citra buruk yang baru saja melekat untuk kota pendidikan ini," beber Hasan warga Ganjar Agung.

Hal senada diungkapkan Nurdian, warga Metro Timur. Ia menilai, banyaknya kos-kosan membuat peluang disalahgunakan. Sehingga perlu kontrol yang kontinu agar tidak terjadi penyimpangan.

"Ya kita minta sering razia. Kalau ketangkap ya ada sanksi lah biar kapok," tuntasnya.

BANGKAPOS

Berita Terkait