Minggu, 20 Januari 2019 | 22:35:24 WIB

Polisi Berhasil Bongkar Muncikari dan PSK Online di Aceh

Minggu, 6 Januari 2019 | 20:20 WIB
Polisi Berhasil Bongkar Muncikari dan PSK Online di Aceh

Polisi Aceh amankan para PSK dan muncikari Online di Aceh. (FOTO: JAWAPOS/LINDO)

BANDA ACEH, LINDO - Penyidikan terhadap kasus prostitusi online di Aceh terus berlangsung. Satu per satu polisi berhasil menguak latar belakang dari masing-masing tersangka. Salah satu di antaranya adalah sang muncikari.

Pria yang diduga sebagai muncikari tersebut berinisial MRS alias Andre, 28. Setiap transaksi dengan pelanggannya, ia memperoleh jatah atau fee dari para perempuan PSK. Yakni mulai Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.

"Tarif mereka yang menentukan. Mereka juga sudah tahu dapat jatah berapa karena saya yang lobi (pelanggan)," kata Andre di Mapolresta Banda Aceh, baru-baru ini.

Andre mengatakan, selama ini ia menjalankan bisnis kotornya seorang diri atau tunggal dan tidak dibantu orang lain. Ia mengenal para PSK yang kini dalam jaringannya ketika bertemu di tempat hiburan di Banda Aceh.

"Nah dari situ, terus kenal dari kawan ke kawan. Karena saya sudah hafal dengan perilaku mereka, makanya saya gabung dengan mereka," kata Andre.

Dia mengungkapkan, alasan dirinya mulai terjun ke bisnis esek-esek ini sejak putus kuliah. Apalagi ketika itu tidak lagi mendapat kiriman dari keluarga. Tanpa pertimbangan panjang lantas menjalankan pekerjaan terlarang ini.

"Ketika itu kerjaan nggak ada, kiriman juga nggak ada," ungkapnya.

Ia menambahkan, para PSK yang berada dalam jaringannya rata-rata mahasiswi dan pekerja swasta. Mereka dominan asal Aceh dan luar Aceh. Menurutnya, alasan para PSK mau bergabung karena faktor ekonomi atau uang.

"Jumlahnya sekitar 15 orang. Paling tua kelahiran 1990 dan lainnya rata-rata kelahiran 1994. Mereka mau bergabung kerena uang," sebutnya.

Selain berstatus mahasiswa, para PSK dalam jaringan Andre juga diketahui bekerja sebagai pekerja laundry, sales promotion girl (SPG), dan pekerja di pusat perbelanjaan.

Sebelumnya, ketujuh perempuan yang diciduk Polrest Banda Aceh semuanya berasal dari Aceh, sedangkan germo berinisial MRS, 28, berasal dari Langkat, Sumatera Utara. Mereka ditangkap pada Rabu (22/3) lalu sekitar pukul 23.00 WIB.

Terduga PSK yang diamankan ini yaitu AYU, 28; CA, 24; RM, 23; DS, 24; RR, 21; IZ, 23; MU, 23. MRS dan AYU diciduk di sebuah hotel di kawasan Aceh Besar sementara lainnya di beberapa tempat di Banda Aceh.

JAWAPOS

Berita Terkait