Minggu, 22 September 2019 | 19:57:25 WIB

Gelombang Tinggi, BMKG Kalteng Keluarkan Himbauan Berlayar

Senin, 7 Januari 2019 | 12:37 WIB
Gelombang Tinggi, BMKG Kalteng Keluarkan Himbauan Berlayar

BMKG Kuala Pembuang mengeluarkan himbauan larangan berlayar karena cuaca laut sangat buruk. (FOTO: IST/LINDO)

SERUYAN, LINDO - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah mengeluarkan imbauan larangan untuk berlayar ke berbagai tujuan yang akan melintasi laut Jawa.

Hal ini dilakukan menyusul adanya peringatan yang diberikan oleh Badan Meteorologi, Klimotologi dan Geofisika (BMKG) mengenai kondisi atau situasi gelombang laut terkini, kata Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kuala Pembuang Muzahir di Kuala Pembuang, Senin (7/1/2019).

"Peringatan larangan berlayar itu kita keluarkan menyusul gelombang tinggi di Laut Jawa, yakni mencapai 2 - 3 meter," kata.

Ia menjelaskan, degan kondisi gelombang itu jelas sangat membahayakan bagi pelayaran kapal, apalagi hampir semua kapal jenis yang berlayar dari Kuala Pembuang rata-rata masih di bawah 100 GT.

"Besarnya gelombang yang terjadi sejak beberapa hari lalu, bukan hanya menghambat pelayaran keluar Kuala Pembuang, akan tetapi juga pelayaran yang menuju Kuala Pembuang," katanya.

Ia menambahkan, gelombang besar disertai angin kencang di Laut Jawa memang biasa terjadi pada musim timur dan tenggara seperti sekarang ini sehingga menyebabkan aktivitas pelayaran banyak terganggu, dan pihaknya tidak dapat memastikan kapan larangan berlayar ini akan dicabut.

"Kami mengimbau agar pelayaran dibatalkan sementara sambil menunggu cuaca dan gelombang laut kembali normal seperti biasa. Kita berharap beberapa hari ke depan cuaca sudah bagus, dan kapal sudah sudah bisa berlayar," katanya.

Ia menegaskan, sebelum cuaca benar-benar baik, pihaknya yang mempunyai otoritas akan sangat berhati-hati untuk mengeluarkan Surat Izin Berlayar (SIB) bagi kapal-kapal yang akan berlayar, hal ini dimaksudkan demi menjaga keselamatan.

"Ada beberapa yang mengajukan izin berlayar. Namun, kita tegas saja, jika gelombang laut masih besar, maka SIB tidak kami keluarkan, dan kita harap pihak pelayaran juga bisa memaklumi serta tidak memaksakan diri untuk tetap berlayar," katanya.

ANT

Berita Terkait