Minggu, 20 Januari 2019 | 22:43:29 WIB

Panglima TNI Akui Merasa Bangga Bisa Hadir Bersama Kopassus

Kamis, 10 Januari 2019 | 23:08 WIB
Panglima TNI Akui Merasa Bangga Bisa Hadir Bersama Kopassus

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) saat memimpin Apel Kesiapan Satuan Kopassus yang diikuti oleh 831 prajurit Kopassus, di Lapangan Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (9/1/2019).(FOTO: PUSPEN TNI/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan prajurit-prajurit Komando adalah prajurit-prajurit pilihan, prajurit-prajurit yang hebat, terlatih dan pantang menyerah.

“Aura, semangat, dan jiwa prajurit Komando selalu membuat saya bangga berada di tengah-tengah prajurit Kopassus. Banyak prestasi gemilang ditorehkan prajurit Kopassus di sepanjang sejarah negeri ini. Saya yakin pasukan baret merah ini akan terus memberikan yang terbaik, kapanpun, dimanapun, demi tetap berkibarnya sang merah putih. Komando…Komando…Komando,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat memimpin Apel Kesiapan Satuan Kopassus yang diikuti oleh 831 prajurit Kopassus, di Lapangan Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (9/1/2019) kemarin.

Lebih lanjut Panglima TNI menegaskan parjurit Kopassus tetap tegaknya NKRI sangat ditentukan dari persatuan dan kesatuan bangsa, seperti yang disampaikan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman, yaitu TNI, yang tidak akan goyah walaupun harus menghadapi berbagai macam tantangan dan ancaman.

“Tidak boleh ada keraguan sedikitpun pada diri setiap prajurit. NKRI adalah amanah yang harus dijaga dan dijunjung tinggi,” tegasnya.

Di sisi lain Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa kemajuan teknologi saat ini, menjadikan arus informasi sulit terkendali. Menurutnya, kemudahan berkomunikasi tidak hanya membantu tapi juga membanjiri kita dengan informasi sampah dan tidak bertanggung jawab. 

“Informasi-informasi yang berseliweran di media-media sosial dan yang tidak jelas maksud dan tujuannya, akan menjadi sarana penghasutan dan membentuk opini yang menyesatkan,” tandasnya.

Panglima mengakui ancaman media sosial sangat berbahaya. "Saya sering mengingatkan ancaman kesenjangan dan siber, dan itulah wujud nyatanya," paparnya.

Ancaman lain kata dia, akan semakin kompleks. Metode pertempuran juga semakin kompleks.

"Untuk itu kita perlu menyesuaikan doktrin, taktik dan cara bertempur kita. TNI harus senantiasa lebih unggul dari ancaman apapun yang mungkin timbul,” terangnya.

Panglima TNI memerintahkan agar Kopassus tidak berpuas diri dengan segala keberhasilannya, tingkatkan latihan dan kemampuan perorangan serta satuan.

“Jangan menutup diri dari kemajuan. Namun jangan juga lupa nilai-nilai pasukan Baret Merah yang tidak boleh lekang oleh waktu. Ingat bahwa pasukan khusus adalah senjata pamungkas yang tidak terduga namun mematikan,” jelasnya.

Diakhir sambutannya, Panglima TNI mengingatkan antara lain, sebagai pasukan khusus TNI, loyalitas TNI tegak lurus hanya kepada negara dan Pemimpin TNI demi menjaga garis komando serta legalitas pergerakan pasukan. Hati-hati dan hindari pesan-pesan viral di media sosial yang cenderung memecah belah soliditas TNI. Laporkan kepada pimpinan secara garis komando bila menemui persoalan khususnya dengan instansi samping.

“Saya percaya setiap Prajurit Komando tidak akan berdiam diri dan akan selalu memacu diri menjadi yang terbaik dan terdepan. Yakinlah bahwa setiap pengabdian yang kita berikan menjadi pondasi yang kokoh bagi masa depan bangsa dan negara. Setiap tugas yang dilaksanakan, menjadi catatan ibadah di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.

Turut hadir pada acara tersebut diantaranya, Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaeman, Aslog Panglima TNI Laksda TNI Ir. Bambang Nariyono, M.M., Aster Panglima TNI Mayjen TNI George E. Supit, Pangdivif I Kostrad Mayjen TNI Agus Rohman, S.I.P., Pangkoarmada I Laksda TNI Yudo Margono, S.E., M.M. dan Kapuspen TNI Brigjen TNI Sisriadi.

BADAR/PUSPEN TNI

Berita Terkait