Selasa, 25 Juni 2019 | 19:05:00 WIB

R. Hari Pramudiono : Transmigrasi Masih Relevan Di Era Modern Dan Terbuka

Jum'at, 11 Januari 2019 | 10:41 WIB
R. Hari Pramudiono : Transmigrasi Masih Relevan Di Era Modern Dan Terbuka

Dirjen PKP2Trans, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, R. Hari Pramudiono, SH, M.M. (FOTO : KEMENDES/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Direktur Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Pemukiman Transmigrasi (Dirjen PKP2Trans) Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, R. Hari Pramudiono, SH, M.M menyatakan, program transmigrasi masih relevan karena Nawacita ke 3, Pemerintah Jokowi - JK, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dalam kerangka Negara Kesatuan Republika (NKRI), sangat tepat dilaksanakan melalui program transmigrasi

“Kurang lebih 12 provinsi yang bersedia menjadi tujuan transmigrasi. karena daerah tersebut masih banyak tersedia potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan di sisi lain masih membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengoptimalkan SDA yang tersedia itu,” ungkap Hari Pramudiono, di Jakarta, Kamis (10/1).

Provinsi yang selama ini menjadi tujuan transmigrsi lanjutnya, adalah provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Maluku

Sedangkan provinsi yang penduduknya paling berpotensi untuk menjadi transmigran kata Hari, adalah provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat dan Banten. Alasan mereka ikut program transmigrasi karena lahan semakin sempit dan ingin mengubah nasipnya agar bisa lebih baik dimasa yang akan datang.

Tentang program unggulan PKP2Trans pada tahun 2019, Hari menjelaskan, pengembangan Prukades (Program Unggulan Kawasan Pedesaan) dan kemintraan di kawasan transmigtasi adalah model yang tepat, sebab konsep transmigrasi yang dikembangkan tidak hanya sekedar memindahkan penduduk dari daerah yang padat ke wilayah yang kurang padat, akan tetapi bagaimana menumbuhkan kawasan transmigrasi menjadi kota kota mandiri sesuai dengan kebutuhan.

Agar menarik minat transmigran maka menurut Dirjen PKP2Trans, pihaknya menawarkan program unggulan dengan cara dimediasi antar daerah asal dan tujuan.

“Luas lahan yang disediakan untuk transmigran tergantung pola usaha yang dikembangkan di kawasan transmigrasi. Bila pola usaha tanaman pangan, maka lahan yang disediakan luasnya 2 Hektar (Ha). Sementara untuk pola usaha nelayan tangkap luasnya 0,5 Ha,” terang Hari.

Lahan tambahnya, disediakan sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah (Pemda), sedangkan untuk biaya operasional sebesar Rp 187 juta Per  Kepala Keluarga (KK) berasal dari APBN/APBD.

Sedangkan anggaran yang dibutuhkan agar program ideal transmigrasi bisa berjalan optimal, sebesar Rp 1,1 triliun merupakan anggaran yang sangat ideal untuk menggerakkan program transmigrasi terbaik namun demikian dengan anggaran yang tersedia pada tahun 2019 sebesar Rp. 390 118 518 000, tetap akan dipergunakan secara efektif dan maksimal.

Sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi pada tahun 2018 capaian kegiatan
PKP2 Trans mencapai 95,01 %.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Untuk Transparansi Informasi Publik Nasional (KUTIPAN) Aswan Bayan, menyampaikan apresiasi positif  kepada Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi dalam program transmigrasi.

“Namun demikian, agar pencapaian kegiatan mencapai 98 % atau 100 %, maka perlu pengawasan yang lebih ekstra didaerah transmigrasi sehingga lebih baik dan efektif. Beberapa daerah kawasan transmigrasi yang masih ada persoalan teknis pada tahun 2018 hendaknya segera diatasi agar pada tahun 2019. agar programnya berjalan sesuai perencanaan,” jelas Aswan.

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dalam acara Peresmian Proyeksi Penduduk Indonesia 2015-2045 di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Jumat 24 Agustus 2018 lalu, mengatakan bahwa Program Transmigrasi sudah tidak relevan. Alasan Jusuf Kalla, dulu penduduk merupakan beban sehingga ada transmigrasi. Sekarang jumlah penduduk asal transmigrasi dan di daerah yang menjadi tujuan transmigrasi sudah berimbang. (ARMAN R)

Berita Terkait