Selasa, 25 Juni 2019 | 19:15:47 WIB

Kasau TUDB Sholat Jumat Di Masjid Baiturrahman Makohanudnas

Jum'at, 11 Januari 2019 | 21:30 WIB
Kasau TUDB Sholat Jumat Di Masjid Baiturrahman Makohanudnas

(FOTO : PENKOHANUDNAS/LINDO)

JAKARTA, LINDO - Kepala Staf Tentara Udara Diraja Brunei Darussalam (TUDB) Brigadir Jenderal (U) Dato Seri Pahlawan Haji Hamzah bin Haji Sahat yang didampingi Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E.,M.M., serta pejabat teras Mabesau dan Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda TNI Imran Baidirus, S.E, melaksanakan Sholat Jumat membaur dengan masyarakat, di Masjid Baiturrahman, Makohanudnas, Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (11/1).  

Bertindak selaku Khotib Kotbah Sholat Jumat, Letkol Sus H. A. Mediansyah, S.Ag selaku perwira Bintal Mabesau, yang menyampaikan makna pergantian waktu menurut agama.

“Terdapat dua makna pergantian waktu dari pagi ke malam, dari hari ke hari hingga dari tahun ke tahun, yaitu pertama untuk menguji manusia, siapa yang bertaqwa. Dalam sejarah umat manusia, telah ada umat-umat yang dibinasakan oleh Allah SWT karena lupa, tidak bersyukur dan tidak bertaqwa seperti Umat Ad’ sebagai umatnya Nabi Luth AS, Kaum Madyan, umatnya Nabi Syuaib AS dan lainnya.  Semua itu menjadi pelajaran agar kita menjadi umat yang selalu bersyukur, istiqomah dan bersabar dalam ketaatan,” terang Letkol Sus H. A. Mediansyah.

Umat yang baik lanjutnya, adalah bukanlah umat yang sering pergi ke Baitullah di Mekkah, namun mereka yang sanggup berbuat baik, mampu mengingatkan saudara-saudaranya untuk selalu berbuat baik dan sanggup melarang saudara-saudaranya untuk menjauhi hal-hal yang mungkar. 

Sedangkan makna kedua dari pergantian waktu kata Khotib, adalah untuk menawarkan manusia siapa yang mau menjadi syuhada-syuhada yang mau mati mulia di jalan Allah SWT.

Menurutnya, umat manusia yang beriman, tentu tidak ingin menjadi umat yang mati terlunta-lunta. Orang yang mencari ilmu karena Allah, mencari nafkah karena Allah merupakan salah satu jalan syuhada.  “Untuk itu sebelum dipanggil menghadap-Nya mari kita periksa dan hitung-hitung amal, ibadah agar dapat meninggal secara mulia/khusnul khotimah,” ucapnya. (ARMAN R)

Berita Terkait