Rabu, 24 April 2019 | 17:29:59 WIB

Kasat Reskrim: Korban Inves GKI Telah Melaporkan Ke Polres Halut

Senin, 21 Januari 2019 | 19:14 WIB
Kasat Reskrim: Korban Inves GKI Telah Melaporkan Ke Polres Halut

Kasat Reskrim AKP Rusli Mangoda. (FOTO: JEFRI/LINDO)

HALUT, LINDO - Para korban para Investasi bodong (Nasabah) Global Kapitol Inves (GKI) kini mendatangi pihak Polres Halmahera Utara guna melaporkan bahwa yang mana pihak GKI telah menjanjikan terhadap nasabah untuk pencairan uang kepada para nasabah yang jatuh tempo sesuai perjajian yaitu pada tanggal 20 Januari 2019, namun tetapi faktanya menyatakan lain, setelah pada tanggal perjajian nasabah menunggu pencairan tersebut tak kunjung datang.

Pemilik Inves yakni Fiska yang bertempat tinggaldi Kota Ternate kini memeberikan kepercayaannya sebagai liders di Kabupaten Halut yang disebut sebut yakni Yahati, sampai saat ini pula yang bersangkutan tidak berada di tempat atau kediamannya, sampai terjadinya pemgledakan dan pengrusakan rumah milik Liders Hayati tetapi dia (hayati) tak kunjung tiba, sehingga para korban yang juga sebagai nasabah melaporkan GKI ke pihak Polres Halmahera Utara, Senin (21/1/2019).

Kasat Reskrim AKP Rusli Mangoda di hadapannpara awak media membenarkan para korban yang juga sebagai nasabah telah melaporkan ke pihak Polres, dam laporannya diterima langsung oleh pihak penyidik.

"Kurang lebih sepuluh orang yang telah melaporkan, dan telah dimintai keterangan dari mereka yang sebagai saksi dan juga sebagai korban, tapi sementara proses penyelidikan dan cari bukti bukti, dan juga diantara mereka jumlah uang berbeda dan berfariasi dari angka 10 juta sampai ratusan juta juga yang di masukan ke Inves tersebut," kata Kasat.

Selain itu, masih ada juga korban lain, namun tetapi mereka masih merasa takut untuk melaporkan, kemudian untuk bos GKI adalah Fiska dan lidersnya salah satunya adalah Hayati dan ada juga kurang lebih 6 orang liders lainnya.

"Untuk inves yang lain seperti Karapoto, sudah di laporkan sejak tahun lalu 2018, namun mereka ada kesepakatan untuk diselesaikan pada tanggal 31 januari 2019, maka pihak polres menunggu hasil kesepakatan di 31 januari nanti," jelasnya.

Bukan hanya Karapota kata kasat, Dorkas juga sudah ada lapaoran dan pihak polres sementara proses penyelidikan dan mencari bukti bukti juga, dan langka langka yang di lakukan sesuai dengan prosedur.

"Terkait laporan pengrusakan kediaman liders GKI yakni Hayati, sampai saat ini belum ada laporan, dan itu akibat dari tidak menahannya emosi dan amarah, karena sesuai kesepakatan pembayarannya tanggal 20 tidak realisasi maka terjadilah pengerusakan," tandas Kasat.

Selain itu, Kasat Reskrim menghimbau apabila ada yang merasa korban, maka datanglah kepihak reskrim polres Halut untuk melaporkan.

"Saya menghimbau apabila ada yang merasa korban, maka datanglah kepihak reskrim polres Halut untuk "Curhat" ke pihak penyidik, bukan melaporkan tapi curhat, " tutur Kasat.

JEFRI

Berita Terkait