Rabu, 11 Desember 2019 | 20:39:20 WIB

Polres Halut Ringkus Pelaku Penggelapan Uang Koperasi Simarban

Selasa, 22 Januari 2019 | 10:02 WIB
Polres Halut Ringkus Pelaku Penggelapan Uang Koperasi Simarban

Biro Hukum KSU Simarban Nofebri Etaua. (FOTO: JEFRI/LINDO)

HALUT, LINDO - Pelaku penggelapan uang Koperasi milik nasabah kini telah diringkus oleh penidik Polres Halmahera Utara. Yang bersangkutan selama ini kabur berpindah-pindah namun tak lolos dari incaran kepolisian. Pelaku akhirnya ditangkap dan diamankan di Mapolres Halut, Senin (21/1/2019).

Biro Hukum KSU Simarban Nofebri Etaua didepan awak media menjelaskan bahwa salah satu Karyawan KSU Simarban telah lakukan penggelapan uang koperasi dan kini sudah di amankan oleh kepolisian setempat.

"Pelaku yang berinisial SN telah bekerja di Koperasi Simarban selama dua tahun, sejak dari tahun 2017 sampai tahun 2018, dan jabatan terakhir adalah petugas lapangan untuk nasabah, dan uang milik nasabah yang di gelapkan sebesar Rp.46 juta," katanya.

Nofebri Etaua mengungkapkan pelaku mengelapkan uang nasabah dengan cara di mencairkan menggunakan nama nasabah, ternyata hal itu fiktif. Yang menjadi temua penggelapan yakni pelaku memakai nama dari salah satu nasabah yang lama dengan pencairan uang, namun tidak ada pemyetoran kembali, sehingga menjadi kecurigaan nasabah.

"Selama ini pihak koperasi mengalami kerugian yang cukup besar, karena bukan hanya Koperasi Simarban yang ada di Tobelo saja, namun di beberapa wilayah kerja juga mengalami hal yang sama, maka secara keseluruhan mengalami kerugian hungga ratusan juta rupiah," ujarnya.

Menurut Nofebri, oknum petugas itu sengaja mencairkan uang nasabah menggunakan identitas fiktif. Namun pelaksanaanya yang bersangkutan tidak melakukan penyetoran ke koperasi, sehingga koperasi mengalami kerugian besar-besaran.

"Pencairan menggunakan identitas tidak jelas sebab nama nasabah fiktif, ada juga sebaliknya ketika penyetoran dari pihak nasabah kepetugas lapangan namun tetapi petugas sendiri juga yang tidak menyetor ke kantor akhirnya mengalami kerugian," tandasnya.

Nofebri menegaskan untuk menjadi pembuktian adalah pelaku memakai salah satu mantan nasabah untuk pencairan, tetapi nasabah tersebut tidak lagi minta peminjaman ke koperasi Simarban, pelaku hanya melakukan pencairan menggunakan nama fiktif.

"Untuk proses P21 saya belum mengetahuinya, hanya saja yang disampaikan oleh penyidik pelaku telah di tangkap dan sudah diamankan untuk lakukan proses oleh pihak Rsskrim Polres Halut. Pelaku dikenakan pasal 374 ayat 4 tentang penggelapan dalam jabatan. Saat itu saya juga konsen dengan koperasi yang lain, jangan sampai ada pencairan fiktif bagi nasabah yang ada di koperasi yang lain," tutur Febri.

JEFRI

Berita Terkait